MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
“PELAKSANAAN PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN
MASYARAKAT”
Dosen Penganpu :
SUMARGONO, Ir Drs.M.Pd
Disusun Oleh :
SARIFAH
UNIVERSITAS
PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2017
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur
kehadirat Allah subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa mencurahkan kasih sayang
dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini walaupun dalam bentuk yang sederhana. Shalawat dan
salam kepada Baginda Rasulullah S.A.W
yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan pemahaman ilmu yang
benar kepada kita.
Terimakasih kepada bapak,
selaku dosen pembimbing, yang telah
membimbing kami untuk menyelesaikan makalah
ini. Selain itu kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman
yang telah membaca dan mempelajarinya. Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata
kuliah Pengantar Pendidikan. Kami
berharap tugas ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Berkat Rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
makalah singkat ini dengan judul “Pelaksanaan Pendidikan Dalam Lingkungan
Masyarakat”.
Akhirnya penulis
menyadari bahwa sebagai hamba Allah, tentunya tidak luput dari keterbatasan dan kekhilafan. Oleh karena itu
jika terdapat suatu kebenaran dari makalah ini, tentunya itu datang dari Allah,
namun jika ada kekeliruan dan kekurangan maka semata-mata adalah kekurangan dan
kesalahan penulis. Dan maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari
siapapun demi perbaikan makalah ini di masa mendatang dan semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua. amiin…
Jombang, 12 Desember 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
2.1 Lingkungan Pendidikan Masyarakat
2.2 Tujuan Pendidikan Masyarakat
2.3 Penyebab Timbulnya Luar Sekolah/Pendidikan Masyarakat
2.4 Alasan-alasan Timbulnya Sistem Pendidikan Luar Sekolah..........................7
2.5 Definisi Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Masyarakat...........................7
3.2 Saran.................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Langeveld pendidikan hanya berlangsung dalam suasana pergaulan
antara orang yang sudah dewasa (atau yang diciptakan orang dewasa seperti:
sekolah, buku model) dengan orang yang belum dewasa yang diarahkan untuk
mencapai tujuan pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Masyarakat adalah tempat anak memperoleh pendidikan
non formal. Di sini, anak akan melakukan interaksi dan meniru segala hal yang dilakukan
masyarakat lingkungannya. Hal ini tentunya sangat baik ketika lingkungan hidup
anak damai, tenteram dan terjadi banyak aktivitas bersama. Interaksi yang
dilakukan anak ini akan menjadi pendidikan non formal sebagai pengalaman hidup
anak di lingkungan masyarakat. Masyarakat tidak hanya sebagai pendidik tetapi
juga sebagai petugas hukum untuk menegakkan aturan di lingkungan tersebut agar
anak-anak mereka tidak menyimpang dan benar dalam mendapatkan informasi yang
dibutuhkan anak.
1.2 Tujuan
Makalah ini disusun dengan maksud
untuk memberikan tambahan pengetahuan dengan harapan dapat digunakan sebagai
salah satu sumber untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran Pengantar
Pendidikan dan dapat digunakan juga sebagai bahan pengayaan wawasan.
1.3 Rumusan masalah
Adapun masalah-masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini
adalah:
1. Apa pengertian pendidikan ?
2. Bagaimana pendidikan dalam lingkungan masyarakat (non formal) ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Lingkungan Pendidikan Masyarakat
Dilihat dari segi tempat berlangsungnya kegiatan, pendidikan
dapat terjadi dalam seluruh lingkungan kehidupan manusia. Proses pendidikan
tidak hanya terjadi pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah saja tetapi
berlangsung pula pada situasi kehidupan yang lebih luas yaitu pada lingkungan
masyarakat yang sering disebut juga sebagai pendidikan non formal. Berdasarkan
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peristiwa
pendidikan yang berlangsung pada lingkungan masyarakat tergolong pada
pendidikan non formal.
Telah banyak pakar dan praktisi pendidikan memberikan
definisi tentang konsep pendidikan non formal. Combes dalam Djudju S Sudjana
(1989 : 29) mengemukakan pengertian formal dengan setiap kegiatan yang
terorganisir dan sistematis di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan
secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas yang
sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mencapai
tujuan belajarnya.
2.2. Tujuan Pendidikan Masyarakat
Santoso S Hamidjojo (1982 : 18) mengemukakan bahwa
pendidikan masyarakat atau pendidikan non formal bertujuan untuk membantu
masalah keterlantaran pendidikan, baik bagi mereka yang belum pernah
bersekolah maupun yang gagal (drop out) serta memberikan bekal sikap,
keterampilan dan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan hidup.
Dalam kerangka sistem pendidikan nasional, pendidikan non
formal merupakan salah satu jalur yang bersama-sama dengan jalur pendidikan
lainnya, mempunyai tujuan yang senantiasa mengarah pada tujuan pendidikan
nasional. Sebagai salah satu jalur dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan
non formal mempunyai tujuan seperti ditegaskan dalam peraturan pemerintah nomor
73 tahun 1991 sebagai berikut.
1.
Melayani warga belajar supaya dapat
tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang hayatnya, guna meningkatkan
martabat dan kehidupannya.
2.
Membina warga belajar agar
memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk
mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan pendidikan ke
tingkat atau jenjang yang lebih tinggi.
3.
Memnuhi kebutuhan belajar masyarakat
yang dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.
2.3. Penyebab Timbulnya Luar Sekolah / Pendidikan
masyarakat
UNESCO dengan komisi Edgar Favre
telah berhasil meletakkan asas pendidikan yang fundamental dan berlaku untuk
penyelenggara pendidikan yakni asas pendidikan seumur hidup / long life
education.
Sebagai dampak timbulnya asas
pendidikan ini, maka dikenallah berbagai bentuk penyelenggaraan pendidikan dan
yang diarahkan bagi pendidikan anak, remaja, orang dewasa maupun orang tua baik
mereka yang belum bekerja maupun mereka yang telah bekerja.
Penyelenggaraan pendidikan demikian
pasti berbeda satu sama lain dan pada umumnya dikenal berbeda sistem pendidikan
yang digunakan, yakni sistem pendidikan sekolah , di satu pihak dan sistem
pendidikan luar sekolah di pihak lain.
Sebagaimana asas pendidikan seumur
hidup, sistem pendidikan luar sekolah telah lama dikenal dan digunakan dalam
penyelenggaraan pendidikan baik di negara maju maupun negara yang sedang
berkembang.
2.4. Alasan-alasan Timbulnya Sistem Pendidikan Luar
Sekolah
Secara terperinci dapat diungkapkan
bahwa alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah adalah :
1.
Alasan segi faktual-historis, meliputi :
a.
Kesejarahan
b.
Kebutuhan pendidikan
c.
Keterbatasan sistem persekolahan
d.
Potensi sumber belajar
e.
Keterlantaran pendidikan seluar sekolah
2.
Alasan dari segi analitis-perspektif, meliputi :
a.
Pelestarian identitas bangsa
b.
Kecenderungan belajar individual
3.
Alasan dari segi formal-kebijakan, meliputi :
a.
Pembukaan dan UUD 1945
b.
Garis Garis Besar Haluan Negara
c.
Pelita
2.5. Definisi Pendidikan Luar Sekolah / Pendidikan
Masyarakat
Abad terakhir ini, kemajuan bidang
pendidikan mencapai puncaknya dengan timbulnya konsepsi pendidikan baru yang
berbeda dengan konsep pendidikan yang sudah ada dan telah lama berlangsung.
Dalam konsepsi tersebut
diketengahkan tentang pendidikan luar sekolah yang merupakan sistem baru dalam
dunia pendidikan.
Pembahasan tentang pendidikan luar
sekolah memang merupakan hal yang menarik karena :
1.
Pendidikan luar sekolah merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan yang
bentuk dan pelaksanaannya berbeda dengan sistem sekolah yang sudah ada.
2.
Dalam pendidikan luar sekolah terdapat hal-hal yang sama pentingnya bila
dibandingkan dengan pendidikan luar sekolah.
Seperti : bentuk pendidikan, tujuannya,
sasarannya, pelaksanaannya dan sebagainnya (ini akan diuraikan pada bab-bab
selanjutnya)
2.6. Pendidikan Non Formal
Jenis kegiatan yang dapat
dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu subsistem pendidikan
di samping pendidikan informal juga pendidikan non formal yang akhir-akhir ini
berkembang sangat pesat.
Yang dimaksud pendidikan non formal
adalah pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu
mengikuti peraturan-peraturan yang tepat dan ketat.
Dengan adanya batasan pengertian
diatas, rupanya pendidikan non formal tersebut berbeda antara pendidikan
informal dan pendidikan formal.
Dalam pendidikan non formal ini
berturut-turut dibicarakan :
1.
Asas pendidikan non formal
2.
Tugas-tugas pendidikan non formal
3.
Sifat-sifat pendidikan non formal
4.
Syarat-syarat pelaksanaan pendidikan non formal
5.
Kegiatan-kegiatan pendidikan non formal
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari berbagai penjelasan diatas dapat
disimpulkanbahwa:
1. Dilihat
dari segi tempat berlangsungnya kegiatan, pendidikan dapat terjadi dalam
seluruh lingkungan kehidupan manusia. Proses pendidikan tidak hanya terjadi
pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah saja tetapi berlangsung pula
pada situasi kehidupan yang lebih luas, yaitu pada lingkungan masyarakat yang
sering disebut juga sebagai pendidikan non formal. Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 20 tentang sistem pendidikan nasional, peristiwa pendidikan yang
berlangsung pada lingkungan masyarakat tegolong pada pendidikan non formal.
2.
Alasan timbulnya sistem pendidikan luar sekolah, secara terperinci dapat
diungkapkan bahwa :
a.
Alasan dari segi faktual-historis
b.
Alasan dari segi analitis-perspektif
c.
Alasan dari segi fornal-kebijakan
3.
Pendidikan non formal, jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan
luar sekolah sebagai suatu sub sistem pendidikan, disamping pendidikan informal
juga pendidikan non formal yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat.
3.2 Saran
Dalam penyusunan artikel ini masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan, untuk itu saya minta kritik dan saran yang
sifatnya membangun dari dosen pembimbing dan teman-teman, agar dapat membuat
tugas–tugas artikel yang berikutnya lebih bagus
DAFTAR PUSTAKA
http://id.shoong.com/social-sciences-education/2043347-pengertianpendidikan
/#ixzz1YBS66dJM
http://imeyshare.blogspot.co.id/2011/07/makalah-pendidikan-masyarakat.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar