Kamis, 31 Desember 2020

Khalifah yang Amanah(Kisah Sahabat)

 Khalifah yang Amanah

_Kisah Sahabat_

________________✍🏻


Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang sangat menjaga amanah sebagai seorang pemimpin. Beliau anti menggunakan fasilitas negara atau fasilitas milik kaum Muslimin untuk kepentingan pribadi.


Suatu ketika, Umar ingin memakan roti dan madu. Ia lalu bertanya pada istrinya apakah ia memiliki madu. Sang istri mengatakan bahwa madunya habis.

Umar hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya. Ia kemudian kembali menjalankan tugasnya. Namun tak lama, istrinya datang membawa roti dan madu. Umar lalu memakan roti dan madu dengan penuh kenikmatan. Selesai makan, ia bertanya pada istrinya, "Darimana kamu mendapatkan madu ini?”

“Aku menyuruh dua orang budakku untuk membeli madu. Mereka pergi mengendarai kendaraan pos yang biasa digunakan untuk mengantar surat,” jawab istrinya.


Umar sangat terkejut mendengar penjelasan istrinya. Wajahnya tiba-tiba memerah karena menahan amarah. Umar tidak ingin menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu, ia segera membawa wadah berisi madu itu ke toko. Ia lalu menjual madu itu dan uangnya diserahkan ke baitul mal. Hal itu sebagai ganti telah menggunakan kendaraan milik kaum Muslimin.


📬 *Pemimpin yang amanah akan menjaga diri dari segala sesuatu yang bukan haknya, apalagi milik rakyatnya*


 *Wassallam_____✍🏻*

MUTIARA PAGI

 *MUTIARA  PAGI* 


*ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ* *وَبَرَكَاتُهُ.* 


 *اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ* 

♨️ *HARAMNYA SURGA UNTUKMU* 

#Pemimpin_Dzalim

*_______________🖋️*


Keadilan bukanlah perkara yang susah karena sesungguhnya keadilan selalu hadir di dalam hati yang paling kecil, hanya saja manusia sering mengabaikannya. 


إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ


“Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).” 

 *(HR. Ahmad dan* *An-Nasa’i)* 


Pemimpin memiliki pengaruh yang besar. Keputusannya mempengaruhi kehidupan masyarakat dan negaranya. 


Kesalahan dalam pengambilan keputusan akan membawa musibah dan kebenarannya akan membawa rahmah


مَنِ اسْتَرْعَاهُ اللهُ رَعِيَّةً ثُمَّ لَمْ يُحِطْهَا بِنُصْحٍ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ. متفق عليه. وفي لفظ : يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاسِ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.


“Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga”

 *(HR. Bukhari Muslim)* 


💫 Semoga limpahan rahmatNya tercurah untuk kita yang merindu ( امام عادل imamun adilun.) 


🏃🏼‍♂️```Terus berjuang bergerak belajar dan bekerja, maka kesuksesan dan kemenangan sejati akan kita dapatkan```


🤲🏻 *Ya Allah...* 


رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ


Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu

 *Aamiin...* 


#Wassallam,

Barakallahu Fiikum

          ▫️ *Salam 🖐🏼 Waktu* ▫️

DZIKIR PAGI

 *📿 DZIKIR PAGI 📿*

━━━━━━━⊰❖⊱━━━━━━━


أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ


*Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah, wal hamdulillaah, laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzal yaumi wa khoiro maa ba'dahu, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzal yaumi wa syarri maa ba'dahu, robbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar, robbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin-naari wa 'adzaabin fil qobr.*


_Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur._


*[ HR. Muslim 4/2088 ]*


━━━━━━━⊰❖⊱━━━━━━━

*📮REMAJA HIJRAH*

Etika Buang Hajat

 Etika Buang Hajat


Segera membuang

 


Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan

 


Menjauh dari pandangan manusia di saat buang air (hajat). berdasarkan hadits yang bersumber dari al-Mughirah bin Syu`bah Radhiallaahu 'anhu disebutkan " Bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila pergi untuk buang air (hajat) maka beliau menjauh". (Diriwayatkan oleh empat Imam dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

 


Menghindari tiga tempat terlarang, yaitu aliran air, jalan-jalan manusia dan tempat berteduh mereka. Sebab ada hadits dari Mu`adz bin Jabal Radhiallaahu 'anhu yang menyatakan

 


Tidak mengangkat pakaian sehingga sudah dekat ke tanah, yang demikian itu supaya aurat tidak kelihatan. Di dalam hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: "Biasanya apabila Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam hendak membuang hajatnya tidak mengangkat (meninggikan) kainnya sehingga sudah dekat ke tanah. (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dinilai shahih oleh Albani).

 


Tidak membawa sesuatu yang mengandung penyebutan Allah kecuali karena terpaksa. Karena tempat buang air (WC dan yang serupa) merupakan tempat kotoran dan hal-hal yang najis, dan di situ setan berkumpul dan demi untuk memelihara nama Allah dari penghinaan dan tindakan

 


Dilarang menghadap atau membelakangi kiblat, berdasarkan hadits yang bersumber dari Abi Ayyub Al-Anshari Radhiallahu'anhu menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila kamu telah tiba di tempat buang air, maka janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya, apakah itu untuk buang air kecil ataupun air besar. Akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau ke arah barat". (Muttafaq'alaih).

 


Ketentuan di atas berlaku apabila di ruang terbuka saja. Adapun jika di dalam ruang (WC) atau adanya pelindung / penghalang yang membatasi antara si pembuang hajat dengan kiblat, maka boleh menghadap ke arah kiblat.

 


Dilarang kencing di air yang tergenang (tidak mengalir), karena hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan sekali-kali seorang diantara kamu buang air kecil di air yang menggenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di situ".(Muttafaq'alaih).

 


Makruh mencuci kotoran dengan tangan kanan, karena hadits yang bersumber dari Abi Qatadah Radhiallaahu 'anhu menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan sekali-kali seorang diantara kamu memegang dzakar (kemaluan)nya dengan tangan kanannya di saat ia kencing, dan jangan pula bersuci dari buang air dengan tangan kanannya." (Muttafaq'alaih).

 


Dianjurkan kencing dalam keadaan duduk, tetapi boleh jika sambil berdiri. Pada dasarnya buang air kecil itu di lakukan sambil duduk, berdasarkan hadits

`Aisyah Radhiallaahu 'anha yang berkata: Siapa yang telah memberitakan kepada kamu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam kencing sambil berdiri, maka jangan kamu percaya, sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah kencing kecuali sambil duduk. (HR. An-Nasa`i dan dinilai shahih oleh Al- Albani). Sekalipun demikian seseorang dibolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencingnya dan aman dari pandangan orang lain kepadanya. Hal itu karena ada hadits yang bersumber dari Hudzaifah, ia berkata: "Aku pernah bersama Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam (di suatu perjalanan) dan ketika sampai di tempat pembuangan sampah suatu kaum beliau buang air kecil sambil berdiri, maka akupun menjauh daripadanya. Maka beliau bersabda: "Mendekatlah kemari". Maka aku mendekati beliau hingga aku berdiri di sisi kedua mata kakinya. Lalu beliau berwudhu dan mengusap kedua khuf-nya." (Muttafaq alaih).


 


Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar Shallallaahu 'alaihi wa sallam diriwayatkan: "Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat, sedangkan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. sedang buang air kecil. Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi), namun beliau tidak menjawabnya. (HR. Muslim).

 


Makruh bersuci (istijmar) dengan mengunakan tulang dan kotoran hewan, dan disunnatkan bersuci dengan jumlah ganjil. Di dalam hadits yang

 


bersumber dari Salman Al-Farisi Radhiallaahu 'anhu disebutkan bahwasanya ia berkata: "Kami dilarang oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam beristinja (bersuci) dengan menggunakan kurang dari tiga biji batu, atau beristinja dengan menggunakan kotoran hewan atau tulang. (HR. Muslim).


 


Dan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: " Barangsiapa yang bersuci menggunakan batu (istijmar), maka hendaklah "

 


Disunnatkan masuk ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan dzikirnya masing-masing. Dari Anas bin Malik Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: "Adalah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila masuk ke WC mengucapkan : "Allaahumma inni a'udzubika minal khubusi wal khabaaits" Artinya, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pada syetan jantan dan setan betina".

 


Dan apabila keluar, mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan : "Ghufraanaka" (ampunan-Mu ya Allah).

 


Mencuci kedua tangan sesudah menunaikan hajat. Di dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwasanya "Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam menunaikan hajatnya (buang air) kemudian bersuci dari air yang berada pada sebejana kecil, lalu menggosokkan tangannya ke tanah. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Bangun di Pagi Hari

 Bangun di Pagi Hari


Salah satu perbedaan mendasar antara seorang Islam yang menjalani hidupnya menurut ajaran Al Qur’an dengan mereka yang menolak Allah adalah: kearifan yang dikaruniakan Allah kepada orang yang menggunakan nurani dan teguh dalam kekuasaan Allah. (Untuk pembahasan lebih terperinci, bacalah karya Harun Yahya: True Wisdom Described in The Al Qur’an) Karena kearifannya, orang beriman segera menyadari alasan di balik berbagai peristiwa yang menurut orang tak bertuhan dan mereka yang tak mampu meraih kebenaran sebagai kejadian tak bermakna.


Sejak bangun di pagi hari, seorang beriman mengetahui bahwa ada (seperti yang disebut oleh Allah dalam Al Qur’an) sebuah “tanda” di setiap pengalaman yang dialaminya sepanjang hari. Kata “tanda” (atau ayat dalam bahasa Arab) diberikan untuk kejadian tersebut dalam wujudnya yang merupakan bukti nyata akan keberadaan, keesaan dan sifat-sifat Allah— ayat juga merupakan nama untuk bagian dari surat dalam Al Qur’an. Pendapat lain yang hampir sama dengan hal itu adalah “kenyataan yang menuntun kepada iman”. Hal ini dapat dijabarkan sebagai kenyataan yang membawa seseorang kepada iman, dan pada saat yang bersamaan menyebabkan tumbuh, berkembang dan menjadi kuatnya iman. Namun hanya mereka yang dengan ikhlas kembali kepada Allah-lah yang dapat mengenali  “tanda” tersebut dan kenyataan yang menuntunnya kepada iman. Ayat ke-190 Surat Ali ’Imran adalah contohnya:


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat-ayat) bagi orang-orang yang berakal. (QS. Al 'Imran, 3:190)


 


Bagi mereka yang beriman dan hidup berdasarkan ajaran Al Qur’an, setiap hari baru penuh akan bukti keberadaan Allah dan kenyataan yang menuntun kepada iman. Sebagai contoh, membuka mata dan memulai hari merupakan salah satu nikmat Allah kepada manusia dan kenyataan yang menuntun kepada iman yang perlu direnungkan. Hal ini karena kita tidak sadarkan diri sepanjang malam dan semua yang dapat dia ingat dari tidur selama berjam-jam itu adalah beberapa mimpi yang tidak jelas selama 3-5 detik. Pada saat tersebut, seseorang tertidur tanpa berhubungan  dengan  dunia  ini. Tubuh  dan  jiwanya  terpisah.  Saat  ini,  yang dia pikirkan sebagai tidur, sebenarnya adalah sejenis kematian. Allah menerangkan dalam Al Qur’an bahwa jiwa manusia diambil pada saat mereka tertidur.


Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan (QS Az Zumar, 39:42)


Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan (QS Al An'am, 6:60)


Dalam ayat-ayat tersebut, Allah berfirman bahwa jiwa manusia diambil pada saat tidur, namun dikembalikan lagi sampai waktu yang telah ditentukan untuk kematian datang. Selama tidur, seseorang setengah kehilangan kesadaran terhadap dunia luar. Untuk bangkit dari “kematian” tidur kepada kesadaran dan kondisi yang sama seperti pada hari sebelumnya, dan untuk dapat melihat, mendengar, dan merasakan dengan baik dan sempurna adalah sebuah keajaiban yang harus kita renungkan. Seseorang yang berangkat tidur di malam hari tidak dapat memastikan bahwa nikmat yang tiada bandingannya ini akan diberikan lagi kepadanya besok pagi. Dan kita tidak pernah dapat memastikan apakah kita akan mengalami bencana atau bangun dalam kondisi sehat.


Orang yang beriman memulai hari barunya dengan memikirkan kenyataan ini dan berterima kasih kepada Allah yang telah meliputinya dengan kasih sayang-Nya dan perlindungan-Nya. Dia menatap hari baru sebagai sebuah kesempatan yang diberikan kepadanya oleh Allah untuk meraih ridha-Nya dan mendapatkan Surga. Di saat dia membuka matanya di pagi dini hari, dia menujukan pikirannya kepada Allah dan memulai hari dengan sebuah sholat yang khusyuk, Sholat subuh.


Sepanjang hari, dia bertindak atas dasar pengetahuan bahwa Allah senantiasa mengawasinya, dan dengan seksama mencari ridha Allah dengan mematuhi  perintah dan petunjuk-Nya. Dia menjalin hubungan erat dengan Allah dan memulai hari dengan sholat Subuh. Dengan cara ini, kemungkinan bahwa ia akan lupa pada nikmat Allah sepanjang hari atau tidak mempedulikan larangan-Nya menjadi kecil; dia akan berperilaku sepanjang hari dengan menyadari bahwa Allah sedang mengujinya di dunia ini.


Seseorang yang secara tulus mengarahkan pikirannya kepada Allah akan dituntun untuk melihat bahwa dia harus dengan seksama merenungkan  nikmat Allah yang telah diterimanya dan tak ada yang lain selain Allah yang berkuasa


 


memberikan itu semua kepadanya. Dalam Al Qur’an, Allah berfirman agar manusia merenungkan hal ini dalam-dalam:


 


Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga). (QS Al An'am, 6:46)


Pastilah Allah, Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui, yang  menjadikan tidur sebagai waktu istirahat bagi manusia dan memberikan kembali nikmat-Nya pada mereka di pagi hari. Mereka yang mengetahui ini merasakan kedekatan Allah sejak saat mereka memulai hari mereka dan bergembira dengan karunia tiada tara yang mereka nikmati.


Mereka yang berpaling dari agama dan menolak untuk merenungkan kenyataan ini tidak akan pernah sepenuhnya menyadari nikmat yang mereka miliki atau mengetahui nikmat yang dirasakan oleh orang beriman. Pada umumnya, di pagi hari, mereka merasa sulit untuk beranjak dari tempat tidur hangat mereka dan tertekan dengan kekhawatiran untuk melangkah dalam memulai hari. Beberapa dari mereka merasa resah dan tertekan karena hal-hal yang harus mereka kerjakan setiap pagi. Mereka tidak mau bangun dari tempat tidur; ada perjuangan dalam diri  mereka antara bangun dan tidur barang semenit lagi. Gangguan rohani yang sering dihadapi oleh orang-orang semacam ini adalah rasa terganggu, tertekan dan tidak senang saat mereka bangun tidur.


Orang tak bertuhan tidak dapat menikmati kesenangan dalam nikmat Allah; sejak mereka bangun tidur di pagi hari mereka kembali pada kebosanan karena melakukan hal-hal yang sama setiap hari. Ada lagi jenis lain orang yang tidak menyadari bahwa hari baru tersebut mungkin saja merupakan kesempatan terakhir yang Allah berikan kepada-Nya: dia mempersiapkan diri secepatnya untuk memulai hari dengan hasrat untuk mendapatkan lebih banyak uang, untuk pamer kepada orang lain dengan harta maupun penampilannya, untuk menarik perhatian orang  dan disukai.


Orang yang tidak peduli pada kenyataan yang diwahyukan Allah dalam Al Qur’an akan memulai hari mereka dengan cara mereka sendiri. Umumnya, mereka kurang arif dalam cara berperilaku: mereka tidak mempertimbangkan bahwa Allah telah menciptakan mereka, bahwa mereka bertanggung jawab untuk mengabdi pada-Nya dan meraih ridha-Nya dan bahwa hari baru di depan mereka mungkin  saja merupakan kesempatan terakhir yang mereka miliki untuk melaksanakan kewajiban mereka kepada-Nya. Allah menerangkan keadaan mereka dalam ayat berikut:


Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari hal itu). (QS Al Anbiya', 21:1)


Jelas bahwa mereka yang hidup tenggelam dalam kekeliruan luar biasa ini telah melakukan kesalahan besar. Setiap orang tidak boleh lupa bahwa setiap pagi mungkin merupakan permulaan dari hari terakhir yang telah ditentukan bagi seseorang untuk hidup di dunia. Kematian dapat datang kapan saja, karena kecelakaan lalu-lintas, serangan penyakit mendadak dan penyebab lain yang tak terhitung jumlahnya. Untuk itu, seperti yang telah diungkapkan di atas, kita harus merenungkan apa yang harus kita kerjakan dalam pemanfaatan hari yang akan kita jalani, agar kita meraih ridha Allah.

Doa setelah sholat dhuha

 Doa setelah sholat dhuha


اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَاَ


للّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْ


Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.


Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.


Artinya:


“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu”


“Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh”

Doa orang mukmin

  Doa orang mukmin


Surah Al-Baqara, ayat 286:


 رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. 


Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. 


Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir".

Wanita bepergian dengan mahramnya

 *بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ*

══════❁﷽❁═════

༺   *One Days One Hadits*   ༻

🌴🍃🌴🍃🌴🍃🌴🍃🌴

༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆

 

Wanita bepergian dengan mahramnya

------------------

Sahih al-Bukhori:1024


عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:


لاَ تُسَافِرْ الْمَرْأَةُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ.


Dari Ibn Umar ra: Bahwa Nabi saw bersabda: 


Seorang wanita tidak boleh bepergian lebih dari tiga hari kecuali bersama mahramnya.


Pesan :

1. Kepedulian islam terhadap kaum wanita dan keselamatannya dari bahaya serta fitnah.


2. Mahram sang wanita adalah: Ayah, paman, kakek, keponakan, kakak atau adik wanita itu. Wanita boleh bepergian jika dengan suaminya.

༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆༆

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📿Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron.

AGAR BERTAHAN DIATAS SIROTOL MUSTAQIM

 *┈┉┅━━━━━•❖❀🌼❀❖•━━━━━━┉┈*

*🅐︎🅛︎-🅠︎🅤︎🅡︎'🅐︎🅝︎ 📖 🅗︎🅐︎🅓︎🅘︎🅣︎🅢︎*


    *༻𝐍🌹﷽🌹𝐇༺*


*۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ ۞*


 AGAR BERTAHAN DIATAS SIROTOL MUSTAQIM


❥︎ ```Allah Swt Berfirman :


وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ


“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” 

۞ (QS.Al-An’am:153)


Ayat ini ingin menjelaskan bahwa manusia diperintahkan oleh Allah Swt untuk selalu berada dalam Sirothol Mustaqim (jalan yang lurus). Dan hendaknya ia menjauhi semua jalan yang tidak akan mengantarkannya menuju kepada Allah.


Kemudian setelah seseorang menemukan Sirothol Mustaqim dan berjalan di atasnya, maka ia masih diperintahkan untuk menjaga diri sepanjang hidupnya agar tidak terlepas dan tidak berpaling dari jalan tersebut.


Karena itu kemudian Allah mewajibkan pada setiap kali kita Sholat untuk mengucapkan :


ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ


“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” 

۞ (QS.Al-Fatihah:6)


Kalimat yang kita ulangi di setiap Sholat ini menunjukkan bahwa bertahan di atas Sirothol Mustaqim adalah sebuah masalah prinsip yang harus di raih dan di jaga oleh setiap manusia.


Karena disana banyak setan jin dan manusia yang dengan segala upayanya ingin menarik kita agar keluar dari Sirothol Mustaqim sebagaimana dalam Al-A’raf ayat ke-16.


Lalu pertanyaannya, bagaimana cara agar kita mampu terus berada dalam Sirothol Mustaqim ?


Jawabannya adalah dengan Istiqomah yang membuat kita bertahan di atas jalan yang lurus. Istiqomah artinya selalu mengikuti ketentuan-ketentuan Allah.


Kata Istiqomah adalah kata yang simpel dan penuh makna yang digunakan oleh Rasulullah Saw ketika ingin menerjemahkan arti Islam.


Bukankah dalam suatu riwayat diceritakan bahwa seorang sahabat datang kepada Rasulullah Saw dan berkata :


“Katakanlah kepadaku suatu ungkapan dalam Islam yang aku tidak akan tanyakan kepada siapapun selainmu.”


Rasulullah Saw menjawab :


“Katakanlah aku beriman kepada Allah lalu beristiqomah-lah !”


Karenanya salah satu perintah dalam Al-Qur’an kepada Nabi Saw adalah :


فَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡاْۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِير


“Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” 

۞ (QS.Hud:112)


Istiqomah memang sulit tapi hanya dengan beristiqomah kita akan mampu bertahan di atas Sirothol Mustaqim.


Mengapa orang yang istiqomah akan selalu berada di atas Sirothol Mustaqim ?


Mungkin disana kita akan menemukan banyak jawaban, tapi salah satunya adalah karena orang yang beristiqomah akan selalu di dampingi oleh Malaikat. Bukankah Allah Berfirman :


إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ


Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” 

۞ (QS.Fushilat:30)


Orang yang Istiqomah selalu didampingi Malaikat dan orang yang selalu didampingi Malaikat akan selalu dibimbing agar tidak keluar dari Sirothol Mustaqim.


Bagaimana cara agar bisa terus berada di atas Sirothol Mustaqim ?


Beristiqomah lah dalam memegang Syariat !


Semoga bermanfaat


#KhazanahAlquran```


 *بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ*🌹


*۞  اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّم۞*


 *pejuang hijrah*

 *┈┉┅━━━━•❖❀🌼❀❖•━━━━━━┉┈*

Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra.

 Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra. terkenal sebagai seorang Arif billah atau waliyullah di negerinya sendiri (TARIM, Hadramaut Yaman) dan di negeri-negeri sekitarnya. 


Pada masa hidupnya yakni akhir abad ke 16 M (Abad ke-11 H), Hadramaut dikuasai oleh sekelompok orang yang bertindak sangat kejam terhadap kaum Muslimin, khususnya kaum Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang menolak ajaran mereka. Banyak kaum Muslimin yang meminta kepada Imam al-Haddad agar diberi pegangan untuk keselamatan hidup sehari-hari dari gangguan dan ancaman golongan yang ingin merusak akidah ini.


Dengan arif bijaksana, beliau mengabulkan permintaan kaum Muslimin yang sedang dilanda ketakutan, dengan menghimpun beberapa ayat suci Al-Qur’an, sejumlah untaian kalimat zikir dan doa-doa yang sejalan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw. 


Beliau menganjurkan agar kaum Muslimin mengamalkan dan mewiridkannya, baik sendiri-sendiri atau secara berjamaah. 


Himpunan sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an untaian kalimat-kalimat zikir itulah yang kemudian terkenal dengan Ratib Al-Haddad.


Hingga sekarang ini, masih kita saksikan pengamalan Ratib Al-Haddad oleh sebagian kaum Muslimin dan Muslimah dengan tekun dan penuh gairah. 


Sebagian besar dari mereka, khususnya di Indonesia, berkeyakinan bahwa amat besar manfaat mengamalkan bacaan Ratib Al-Haddad bagi kemantapan iman dan akidah tauhid maupun bagi kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat


Zaman dulu para Sulthon (Raja/Presiden) kalo mau perang pasti yang didatengin ulama.


Kenapa? 


Karena ulama punya banyak massa. Jadi dia dateng dengan niat minta bala tentara.


Di zaman itu ada seorang sulthon dateng ke Alhabib Abdullah Alhaddad (shohibu ratib) dan mengutarakan keinginannya minta orang buat bantuin perang. Tapi Habib Abdullah Alhaddad minta waktu buat berpikir. 


Hari kemudian didatengin lagi tapi bukan anak murid yang dikasih, malah si sulthon dikasih kertas beberapa lembar isi nya dzikir-dzikir ratib. 


Sulthon pulang dengan keadaan bingung, akhirnya Sang Sulthon menyuruh anak buah dan seluruh rakyat buat baca ini dzikir ratib selama sebulan. Dan ketika perang, mereka pun meraih kemenangan.


Kisah selanjutnya adalah Habib Sholeh Alaydrus (Sholeh rotan) dari Poso (saat itu sedang berkecamuk perang dimana muslimin dibantai karena minoritas). 


Kenapa disebut Habib Sholeh rotan? 


Karena beliau selalu membawa rotan, rotan bukan rotan biasa, rotan yang kalau dipakai memukul orang tuh orang langsung mati, bahkan dari jauh belum kena dipukul bisa langsung mati. Sampai ini rotan direbut kaum musuh diperiksa dan dibelah, ternyata tak ada apa-apa, hanya rotan biasanya bentuknya. 


Habib Sholeh bilang "ini rotan ga ane isi senjata apa-apa, ane cuma isi rotan ane pake Ratib Alhaddad". Setiap hari beliau dan laskarnya selalu mengamalkan Ratib Alhaddad.


Kisah Alhabib Muksin Alathos, beliau wali di zamannya yang sangat disegani bahkan oleh orang-orang Belanda. Kalau beliau lagi duduk di depan rumah, ada noni Belanda mau lewat dari jauh udah pake kerudung baju rapat hanya untuk menghormati Habib Muksin, selepas lewat dari rumahnya dilepas lagi kerudungnya. 


Masyaa Begitulah


 sangat ditakuti dari wibawanya. 


Satu hari beliau ditangkap oleh tentara Belanda, kenapa? Padahal beliau ga ikut perang, ga bawa senjata. 


Beliau ditangkap karena jadi tukang bikin jimat buat para jawara, seperti si Pitung, si Jampang, dan lain-lain. Jimat yang bikin kebal, jimat yang bikin ga mempan kalau ditembak, apa isi jimatnya? Ternyata Ratib Alhaddad.


Para jawara dulu belum bisa dan ga hafal baca Ratib, jadi Habib Muksin ini yang menuliskan kemudian dijadikan Jimat. 


Ketika dijebloskan ke penjara Habib merasa senang, belum lapar makanan udah dateng, disana bisa tenang ibadah, bangun tidur sholat terus dzikir ga ada yang ganggu. 


Tapi, hal yang ga seneng bagi tentara Belanda, sejak menangkap Habib Muksin mereka semua ditimpa sakit (seperti kualat) . Akhirnya setelah kesepakatan, mereka lebih memilih membebaskan Habib Muksin, mereka bilang ke Habib bahwa beliau boleh keluar, dibukanya pintu penjara, mempersilahkan Habib keluar dengan ridho, karena mereka masih takut untuk menarik paksa Habib lagi. Tapi Habib Muksin menolak, udah betah di penjara.


Begitulah hal para wali. 


Akhirnya mereka tentara Belanda cari cara gimana supaya Habib Muksin keluar dari penjara dan mereka bebas dari sakit, maka didatangilah Habib Salim bin Toha Alhaddad untuk membujuk Habib Muksin Alathos. Setelah dibujuk-bujuk akhirnya Habib Muksin mau pulang juga


Itulah beberapa kemuliaan dan karomah dari dzikir-dzikir Ratib Alhaddad, maka senantiasa kita amalkan dan jangan pernah ditinggal, kalau dzikir lain ga sempet yang penting ini masih dijalankan.


Semoga dengan beberapa kisah ini bisa menjadi motivasi kita untuk selalu merutinkan membaca Ratib Al Haddad

Ratib al Haddad

 

Ratib al Haddad 

Ratib al Haddad susunan bacaan yang dulu digunakan untuk mempertahankan perkampungan Syibam salah satu perkampungan di Hadramaut Yaman agar terhindar dai ajaran sesat yang ketika itu berkembang.


Ratib berarti susunan, sedangkan al Haddad merupakan nama penyusunnya, yakni al Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad (1055-1132 H.). Ratib ini disusun atas permintaan murid brliau yaitu Amir dari keluarga Bani Sa’ad.


Dari beberapa doa-doa dan dzikir-dzikir yang beliau susun, Ratib al Haddad inilah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib al Haddad disusun berdasarkan inspirasi, pada malam lailatul Qodar 27 Ramadan 1071 H.


Kegunaan


Ratib ini bisa diamalkan untuk meminta kepada Allah agar dikabulkan segala hajat. Selain itu juga untuk mengusir jin dan gangguan-gangguannya. Tentu masih banyak lagi kegunaannya.


الراتب الشهير للحبيب عبد الله بن علوي الحداد


الفَاتِحَة إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَشَفِيعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلانَا مُحَمَّد صلى الله عليه وسلم – الفاتحة


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ


اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. آمِيْنِ


اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ


آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ


لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 3x


سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ 3x سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ 3x


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ 3x


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ 3x


أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ 3x


بِسْـمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَـآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ 3x


رَضِيْنَـا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْـلاَمِ دِيْنـًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيّـًا 3x


بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ بِمَشِيْئَـةِ الل 3x


آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً وَظَاهِرًا 3x


يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا 3x


ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ 7x


ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْـنُ إَكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ 3x


أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ 3x


ـَا عَلِيُّ يـَا كَبِيْرُ يـَا عَلِيْمُ يـَا قَدِيْرُ يـَا سَمِيعُ يـَا بَصِيْرُ يـَا لَطِيْفُ يـَا خَبِيْرُ 3x


ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ 3x


أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ 4x


لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله 50x


مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ…وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ…وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ… وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ الْمُطَهَّرِيْنَ…وَأَصْحَابِهِ الْمُهْتَدِيْنَ…وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ


بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يٌوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـد 3x


سْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد


بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ


اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِعِيْنَا رَسُوْلِ اللهِ…مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَاَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَتِهِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ…وَإِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الْمُهَاجِرِ اِلَى اللهِ اَحْمَدَ بْنِ عِيْسَى وَاُصُولِهِ وَفُرُوْعِهِمْ…أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُكَثِّرُ مَثُوْبَاتِهِمْ وَيُضَاعِفْ حَسَنَاتِهِمْ…وَيَحْفَظْنَا بِجَاهِهِمْ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ…وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِم وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.اَلْفَاتِحَةَ


اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الْاُسْتَاذِ الْاَعْظَمِ الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّد بِن عَلِيّ باَ عَلَوِي وَأُصُولِهِ وَفُرُوعِهِمْ…وَجَمِيْعِ سَاذَاتِنَا آلِ أَبِي عَلَوِيِّ وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُكَثِّرُ مَثُوْبَاتِهِمْ وَيُضَاعِفْ حَسَنَاتِهِمْ وَيَحْفَظْنَا بِجَاهِهِمْ…وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِم وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.اَلْفَاتِحَةَ


اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوا وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا…أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُكَثِّرُ مَثُوْبَاتِهِمْ وَيُضَاعِفْ حَسَنَاتِهِمْ…وَيَحْفَظْنَا بِجَاهِهِمْ وَيَنْفَعُنَابِهِمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِم وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.اَلْفَاتِحَةَ


اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا صاَحِبِ الرَّاتِبِ…قُطْبِ الإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ…الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بِنْ عَلَوِي بِنْ مُحَمَّد الْحَدَّاد…وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِمْ…أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُكَثِّرُ مَثُوْبَاتِهِمْ وَيُضَاعِفْ حَسَنَاتِهِمْ…وَيَحْفَظْنَا بِجَاهِهِمْ وَيَنْفَعُنَابِهِمْ…وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِم وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.اَلْفَاتِحَةَ


اَلْفَاتِحَة إِلَى أَرْوَاحِ كَافَّةِ عِبَادِ اللهِ الصّالِحِينَ وَوَالِدِيْنَا وَمَشَائِخِنَا فِي الدِّيْنِ…وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَاَمْوَاتِ اَهْلِ هَذِهِ الْبَلْدَةِ مِنْ اَهلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ اَجْمَعِيْنَ…وَاِلَى أَرْوَاحِ اَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ وَاَحْيَاهُمْ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ…أَنْ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُفَرِّجُ كُرُوْبَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُهُمْ…وَيَشْفِي مَرْضَاهُمْ وَيَجْمَعُ شَمْلَهُمْ عَلَى الْهُدَى…وَيُؤَلِّفُ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَيُوَلِّي عَلَيْهِمْ خِيَارَهُمْ… وَيُصْرِفُ عَنْهُمْ شِرَارَهُمْ…وَيَكْفِيْنَا وَاِيَّاهُمْ شَرَّ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْمُؤْذِيِّيْنَ وَالْمُتَعَدِّيْنَ مِنْ قَرِيْبٍ اَوْبَعِيْدٍ…وَيُرخِي اَسْعَارَهُمْ…وَيُغَزِّرُ اَمْطَارَهُمْ وَيُعْطِي كُلَّ سَائِلٍ مِنَّا وَمِنْكُمْ سُوْلَهُ…عَلَى مَا يُرْضِى اللهُ وَرَسُوْلَهُ…وَيَفْتَحُ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ…وَيَخْتِمُ لَنَا بِالْحُسْنَى وَهُوَ رَاضٍ عَنَّا فِى خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَّةٍ وَاِلىَ حَضَرَةِ النَّبِيِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ.اَلْفَاتِحَةَ

Tujuh Ciri Wanita Pengikut Dajjal di Akhir Zaman

 Tujuh Ciri Wanita Pengikut Dajjal di Akhir Zaman


Munculnya Dajjal menjadi pertanda besar akhir zaman yang tandanya sudah sampai pada ciri-ciri hari kiamat yang nyata.


Ciri-ciri wanita pengikut Dajjal di akhir zaman :


1. Tabarruj dan suka pamer.


Tabarruj adalah wanita yang suka memamerkan atau melihatkan ‘perhiasaan mereka’. Suka dan terlena dengan dunia dan bersenang-senang karena dorongan hawa nafsu dunia yang besar. Melupakan dan berpaling dari akhirat.


2. Berpakaian tapi telanjang.


Yaitu wanita yang berpakaian ketat, membentuk dan menonjolkan lekuk tubuh, mengenakan bahan pakaian yang tipis dan transparan serta pakaian yang tidak menutup auratnya dengan baik. Sementara wanita dalam Islam diwajibkan untuk menutup auratnya.


3. Kufur kepada suami.


Masih sering mengumpat dan tidak bersyukur kepada suami atas apa yang telah diberikan. Padahal kewajiban wanita setelah menikah itu harus taat pada suami, memperlakukan suami dengan baik dan menjaga kehormatan suami.


4. Wanita yang meninggalkan Sholat.


Wanita yang sering meninggalkan sholat dan mengacuhkan seruan adzan maka termasuk pada pengikut dajjal sebagai penghuni neraka. Tidak hanya untuk wanita saja, namun juga untuk laki-laki.


5. Wanita yang membaca Al-Quran hanya sampai kerongkongan.


Maksudnya adalah wanita yang rajin membaca Al-Quran, namun hanya sebatas membaca saja dan tidak meresapinya ke dalam hati. Sehingga menunjukkan wanita yang gemar membaca Al-Quran namun akhlaknya tidak terpuji dan masih saja melakukan perbuatan tercela.


6. Wanita yang mengabaikan fitnah Dajjal.


Yaitu wanita yang tidak takut dengan kedatangan dajjal dan tidak memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal.


Ia tidak peduli dengan fitnah dajjal dan orang seperti inilah yang disukai Dajjal untuk menjadi pengikutnya.


7. Wanita yang murtad.


Wanita yang memilih untuk keluar dari menganut agama Islam karena berbagai sebab dan faktor maka kelak akan termasuk pada golongan dari pengikut dajjal.


Jika tidak ingin menjadi bagian dari golongan ini pada akhir zaman maka perkuatlah iman dan memintalah kepada Allah agar terbebas dari fitnah Dajjal. Wallaahu a’laam.

LAKUKAN HAL INI SEBELUM TIDUR

 *📚 LAKUKAN HAL INI SEBELUM TIDUR🌹*


*1.MENGAMBIL WUDHU*

 _Bersuci dengan melakukan wudhu sebelum tidur. Terdapat beberapa riwayat hadis Nabi Saw yang menganjurkan wudhu sebelum tidur, di antaranya adalah hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim dari al-Barra’ bin ‘Azib, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;_


_إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ_


_“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.”_


*2.MEMBERSIHKAN TEMPAT TIDUR*

 _Membersihkan tempat tidur, minimal dengan mengibasnya dengan sarung atau kain lain sebanyak tiga kali sembari membaca doa:_


_بِاسِمَكَ رَبي وَضَعْتُ جَنْبي، وبك أرفعُهُ ، إنْ أَمْسكْتَ نَفْسي فارْحَمْها ، وإنْ أرْسَلتَها فَاحْفَظْها بما تَحْفظُ به عِبادَك الصالحينَ_


_Hal tersebut dilakukan karena kita tidak tahu apa yang terjadi di tempat tidur kita selama kita tinggalkan._ _Maka dianjurkan untuk dibersihkan dahulu. Berdasarkan Hadis dalam sahih Bukhari (6320) dan Muslim (2714) dari Abu Hurayrah._


*3.BERBARING KE KANAN*

_Sahih al-Bukhori:5839_


_عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:_


 _كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا. وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ._


_Dari Huzaifah ra, dia berkata:_

_Apabila Nabi saw hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan: Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup. Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kebangkitan._

*➡Pesan :*

_Jika anda hendak bersiap untuk tidur, berbaringlah pada tubuh sebelah kanan, kemudian taruhlah tangan kanan anda di bawah pipi anda dan bacalah doa sebelum tidur yang sudah diajarkan oleh Rasulullah saw._


*4.MEMBACA DZIKIR AL MUAWWIDZAAT*

 _Dzikir al-Muawwidzaat, yaitu surat al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Nas, kemudian meniupkannya ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke kepala, wajah dan badan. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali._ _Berdasarkan Hadis sahih Bukhari (5416) dan Muslim (5017) dari Aisyah_


*Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,*


_كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ_


_“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)_


*5.MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAH AL-BAQARAH*

_Berdasarkan hadits dalam kitab sahih Bukhari (4008) dan Muslim (807) dari abu Mas'ud_


*➡Q.S AL-BAQARAH 285*


_اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ  كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ  لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ (٢٨٥)_


*➡Q.S AL-BAQARAH 286*


_لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ_


*6.MEMBACA AYAT KURSI*


_اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ_


_Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar._


*7.MEMBACA SURAH AL-KAFIRUN*


_قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ_


_لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ_


_وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ_


_وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ_


_وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ_


_لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ_


*8.MEMBACA DOA*


_بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ_


_“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”._


_Amalan dan dzikir yang terdapat dalam Hadis-Hadis tersebut sudah dipilih dan dihimpun oleh Imam Nawawi dalam kitabnya berdasarkan aspek keutamaan untuk mengamalkannya. Kemudian dianjurkan untuk membaca dan melaksanakan keseluruhannya atau jika merasa berat maka semampunya. Semoga bermanfaat._


*Wallahu a’lam bishowab.*


*SELAMAT BERISTIRAHAT😁🙏*

Jauhi pekerjaan haram

 *_السلام عليكم ورحمة الله وبركاته_*

*_اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين_*



Jauhi Pekerjaan Haram

--------------------------------------



pekerjaan haram“Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram.” (HR. Bukhari)


Sahabat, masa yang dimaksud oleh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam dalam hadits di atas mungkin sudah tiba. Saat ini banyak orang yang tak lagi peduli apakah ia mendapatkan harta dengan cara halal atau haram. Bahkan jabatan pun bisa dibeli dengan sejumlah uang.


Ironisnya, orang-orang bisa berbangga hati dengan jabatan yang mereka miliki sekalipun jabatan tersebut diperoleh bukan dari kemampuan kinerjanya. Tak sedikit pula yang mencampurkan hal yang haram dengan yang halal agar tak terlalu merasa bersalah.


Misalnya, uang hasil sogokan digunakan sebagiannya untuk wakaf saluran irigasi. Uang hasil korupsi dipakai untuk naik haji meminta ampunan Allah. Dan uang hasil riba disedekahkan sebagiannya agar tak terlalu banyak dosa.


Padahal jelas bahwa Allah tidak menerima amalan kecuali dari hasil yang baik-baik, termasuk dari

pekerjaan dan penghasilan yang halal.


“Allah tidak akan menerima shalat tanpa kesucian (dari hadats dan najis) dan juga tidak menerima sedekah dari harta haram (HR. Muslim, Ibnu Majah, at-Tirmidzi dan Ahmad).


Janganlah mempercayai prinsip “Yang haram saja susah mendapatkannya, apalagi yang halal!” karena sesungguhnya jika kita bertaqwa pada Allah, Ia pasti akan memberi kita rezeki dari pekerjaan yang halal.


“Bertakwalah kamu kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan cara yang baik. Jika ada yang merasa rezekinya terhambat, maka janganlah ia mencari rezki dengan berbuat maksiat, karena karunia Allah tidaklah di dapat dengan perbuatan maksihat.” (HR. Al Hakim dan selainnya)


Maka tinggalkanlah pekerjaan yang haram, dan berdoalah meminta Allah gantikan dengan pekerjaan yang halal. Sungguh Allah takkan menyia-nyiakan hambaNya yang bertawakal.


Sahabat, begitu banyak kerugian dari melakukan pekerjaan haram dan makan dari harta haram, di antaranya sebagai berikut:


1. Dijamin tidak akan masuk surga


Tegakah kita membiarkan diri dan keluarga terpanggang api neraka hanya karena meremehkan sumber penghasilan yang kita peroleh? Na’udzubillah min dzalik.


“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya.” (HR. Ahmad dan Ad Darimi)


Oleh sebab itu para istri dan anak perlu menyokong pencari nafkah utama keluarga agar senantiasa berada di jalur yang lurus dalam mencari penghasilan.


2. Berat saat mempertanggungjawabkan di hari kiamat


Sungguh sulitnya menjawab pertanyaan di hari kiamat kelak, khususnya mengenai 4 perkara yang perlu dipertanggungjawabkan:


“Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat, sampai ia ditanya tentang empat perkara. (Yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia mendapatkannya dan ke manakah ia meletakkannya, dan tentang ilmunya, apakah yang telah ia amalkan.” (HR. At Tirmidzi dan Ad Darimi)


3. Tidak memperoleh pahala sekalipun berbuat amal shaleh dengan harta yang diperoleh melalui pekerjaan haram tersebut


Astaghfirullah, bahkan sebanyak apapun sedekah yang kita keluarkan dari harta haram, tetap saja kita harus menanggung dosa karena memakan harta haram dan tak mendapat pahala dari amalan sedekah tersebut.


“Barangsiapa mengumpulkan harta haram kemudian menyedekahkannya, maka ia tidak memperoleh pahala darinya dan dosanya terbebankan pada dirinya.” (Hadits shahih lighairihi, diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (3367) dari jalur Darraj Abu Samah dari Ibnu Hujairah dari Abu Hurairah.)


4. Menyebabkan kemurkaan Allah dan kebinasaan diri sendiri


Bagaimana mungkin Allah tidak murka, dari sekian banyak pekerjaan halal di muka bumi ini, kita malah memilih bertahan dalam pekerjaan haram?! Bukankah ibarat kucing peliharaan yang diberi makanan bersih dan enak oleh majikannya, namun masih saja mengais-ngais tong sampah?


“Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan

 kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.” (Qs. Thaha: 81)


5. Pekerjaan yang haram merupakan ujian apakah kita lebih memilih percaya pada ajaran Allah atau justru mengabaikannya


“Janganlah menganggap rezeki kalian lambat turun. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rezekinya. Carilah rezeki dengan cara yang baik (dengan) mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram.” (HR. Baihaqi)


Sahabat, sudahkah kita memastikan kehalalan sumber penghasilan yang kita peroleh saaf ini? Mudah-mudahan kita senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang dibenci oleh Allah.

Wallaahualam

(Komunitas satu hari seribu sholawat)

AMALAN DI MALAM DAN HARI JUM'AT

 AMALAN DI MALAM DAN HARI JUM'AT 



*1.) PERBANYAK MEMBACA SHALAWAT*


*🔎 Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :*


أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً


_“Banyaklah bersalawat kepada ku (Nabi Muhammad SAW) di setiap hari Jum’at, karena Sesungguhnya salawat umat ku akan ditampakkan kepada ku di setiap hari Jum’at. Maka siapa orang yang paling banyak bersalawat kepada ku, kelak dialah yang paling dekat tempatnya dengan ku pada hari kiamat.”_ *Riwayat Imam Baihaqi dengan sanad yang baik.*


◼Imam Syafi’i (w. 204 H) dalam Musnadnya meriwayatkan hadits dari Shafwan bin Salim bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda _“Jika (telah datang) hari jum’at atau malam jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat atas ku (Nabi Muhammad SAW)”_


◼Dalam Sunan Ad Daruquthni yang dikarang oleh Imam Al Musnid Abu Hasan Ali bin Umar (w. 385H) diriwayatkan dari Abu Hurairah (w. 59 H) bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :


من صلى علي يوم الجمعة ثمانين مرة غفر الله له ذنوب ثمانين سنة قيل يارسول الله كيف الصلاة عليك قال تقول اللهم صل على محمد عبدك ونبيك ورسولك النبي الأمي وتعقد واحدة


_“Barangsiapa yang bershalawat atas ku di hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, maka ampunan Allah atasnya (orang bersalawat) dosa-dosanya selama delapan puluh tahun. Dikatakan “Duhai Rasulullah Saw. bagaimana caranya bersalawat kepada engkau”, Nabi menjawab *Allahumma shalli ‘ala Muhammadin abdika wa nabiyyika wa rasulika nabbiyil ummiyyi* dan itu dihitung satu.”_ *Riwayat ini dinilai hasan oleh Imam Al Iraqi (w. 806 H).*


*2.) MEMBACA SURAT YASIN*


*🔎 Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :*


من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله


_“Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.”_ *(HR Abu Daud dari al-Habr)*


وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ' إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات .


_“Surat Yasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota Mekkah), Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam bersabda, *'Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati, sedang hati Al-Quran adalah surat yasin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran'”*._ *( Tafsiir as-Sam’aani IV/265 ).*


*3.) MEMBACA SURAT AL-KAHFI*


Kesunnahan membaca surat al-Kahfi tersebut diterangkan dalam beberapa hadits :


مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ


_"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”_ *(HR. An Nasa’i dan Baihaqi)*


مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ


_"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.”_ *(HR. Ad Darimi)*


Merujuk pada dua hadis di atas, Rasulullah menganjurkan untuk membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Orang yang membiasakannya, wajahnya akan bersinar.


Wallahu a'lam bishawab.


*🌹Semoga Bermanfaat*

*┈┉┅━•❖📗🔰📘❖•━┅┉┈*

TAHUN BARU DAN CITRA BURUK AGAMA.

 السلام عليكم ورحمةالله وبركاته.


TAHUN BARU DAN CITRA BURUK AGAMA.




Penulis: Hafidz Alwy


Penghujung tahun seperti ini, biasanya muncul ‘fatwa’ bahwa perayaan tahun baru dilarang oleh agama Islam. Alasannya macam-macam. Di antara yang paling sering diujarkan ialah bahwa hal tersebut merupakan bagian dari perbuatan orang non-muslim yang tidak diteladani oleh Nabi.


Jika sekadar pendapat untuk diyakini sendiri, mungkin tidak bermasalah. Namun ‘selorohan’ tadi menjadi berbahaya jika mengucapkan selamat tahun baru dijadikan ukuran bahwa si penutur tidak lagi menjalankan agama dengan benar.


Berdebat panjang lebar tentang hal ini hanya akan mencitrakan bahwa kita, sebagai muslim, antipati terhadap kemajuan zaman. Keyakinan adanya jurang yang sangat lebar antara kebudayaan kita dan kultur liyan, di mana ketika jurang tersebut terlampaui, berarti kita sudah meninggalkan ajaran. Agama hanyalah fobia maya yang diciptakan kelompok-kelompok berkepentingan. Sehingga, mewajibkan pendapat perkara khilafiah kepada orang lain seperti tahun baru merupakan bahan murahan yang berujung—bahwa Islam antipati terhadap segala yang beraroma modern, kemajuan, eksklusif dan jaga jarak. Ini adalah kesalahan fatal seorang yang beragama. Ia tidak mengetahui apa itu hakikat agama yang dianutnya. Atas sebab ketidakpahaman inilah, kadang ada di antara kita yang memperjuangkan sesuatu namun secara tak sadar, kita sedang menghancurkan.


Beberapa fobia atas budaya liyan seperti itu sering dialami oleh mereka yang tidak percaya diri dengan peradaban sendiri. Ketakutan akan hegemoni peradaban Barat, muncul dari jiwa yang sebenarnya kalah dari persaingan global. Sikap seperti ini akan memicu eksklusivitas dan pada akhirnya akan memunculkan gerakan radikalisme dengan melakukan aksi teror. Mereka menganggap yang berseberangan dengan mereka adalah musuh dan harus dimusnahkan.


Budaya Global

Menurut hemat saya, merayakan tahun baru adalah suatu laku yang tidak ada kaitannya dengan agama manapun. Meski ada yang mengatakan bahwa pada mulanya ia berawal dari kalangan Nasrani. Namun seiring dengan berjalannya waktu, laku tersebut menjadi budaya global yang tidak mencirikan golongan manapun. Tahun baru sudah menjadi bagian dari budaya modern masyarakat dunia.


Secara mikro, apa yang sedang kita bahas hampir sama dengan fenomena pakaian berdasi. Sewaktu Belanda menjajah Indonesia, dasi merupakan model pakaian yang mereka kenakan sehari-hari. Ini ciri khas mereka. Saat itu, siapa pun yang berpakaian serupa—akan dianggap sebagai ‘Londo’. Seiring berjalannya waktu, pakaian berdasi merupakan pakaian modern dan tidak merefleksikan kalangan manapun. Ini pertama.


Kedua, tahun baru bukanlah (yang oleh sebagian orang dianggap sebagai) budaya golongan fasik dan kotor. Sekarang, ibu kota berbagai negara berikut instansi pemerintahan dan berbagai kalangan mengakui budaya ini. Mereka tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma kesopanan. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa hal itu kerap terjadi saat tahun baru. Sehingga, pernyataan bahwa tahun baru adalah budaya kotor tidak lagi relevan dalam waktu dewasa ini.


Ketiga, mereka yang antipati terhadap perkembangan dalam aneka rupa, biasanya mempunyai cara pikir tertutup. Bahkan terkait nilai-nilai keagamaan sekalipun.


Islam dan Pencitraan

Suatu ketika, ada seorang Badui datang kepada Rasulullah Saw. ketika beliau sudah hijrah ke Madinah. Seorang Badui tersebut meminta kepada Rasulullah agar diberi sejumlah harta. Lantas Rasulullah memberinya kambing yang sangat banyak (dikatakan bahwa kambingnya memenuhi lembah antara dua gurun). Betapa kaget Badui tersebut mendapat hadiah sebanyak itu. Ia bergegas kembali ke kampungnya dan menyerukan kepada kaumnya: “Wahai kaumku, berimanlah kalian semua dengan Muhammad, sesungguhnya ia memberiku hadiah sebanyak pemberian orang yang tidak takut akan kemiskinan.”


Perilaku Rasulullah tersebut menjadikan si Badui dan kaumnya masuk Islam sebab terpukau dengan akhlak Rasulullah. Itu adalah satu contoh kecil bagaimana Rasulullah membawakan Islam dengan sikap dermawan dan penuh kasih sayang.


Pada masa ketika Islam sedang menapaki kejayaan, orang-orang non-muslim melihat bahwa kalangan muslim adalah mereka yang berkasta lebih tinggi daripada dirinya. Mereka melihat demikian bukan karena golongan maupun keturunan, namun kasta yang terbangun karena indahnya perilaku dan karakter umat Islam waktu itu. Sehingga mereka merasa bahwa jika ingin dirinya hidup mulia sejajar dengan kasta umat Islam, maka mereka haruslah masuk Islam.


Citra di Nusantara

Peristiwa senada tidak hanya terjadi satu-dua kali. Kita mengingat bagaimana masyarakat Nusantara terpukau dengan pedagang-pedagang yang datang dari Timur Tengah maupun Gujarat. Mereka muslim dan terkenal dengan perilaku yang jujur dan menyenangkan mitra bisnisnya. Hal inilah yang membawa penduduk Nusantara memeluk Islam. Mereka terpesona dengan perilaku para saudagar negeri seberang tersebut.


Suatu ketika, saya mendengar bagaimana Kiai Marzuqi Mustamar (tokoh di Jawa Timur) memaparkan peran para pendakwah dahulu dalam menawarkan Islam pada masyarakat setempat. Walisongo yang mendakwahkan Islam mencapai keberhasilan yang gemilang dengan tanpa mengobarkan permusuhan dan pertumpahan darah. Para pedakwah masa lalu mengerti bagaimana cara membungkus Islam dengan kemasan yang menarik sehingga masyarakat dengan sendirinya terpukau dan memutuskan untuk memeluknya.


Tentu kita tidak lupa ketika ada seorang Sahabat yang tidak sengaja melakukan kesalahan. Suatu ketika, salah seorang Sahabat menjadi imam shalat. Kemudian datang Sahabat lain menjadi makmum. Ketika menyadari bahwa ada orang yang bermakmum kepadanya, Sang imam memanjangkan bacaaan shalat hingga makmum merasa terlalu lama dan lelah. Selepas shalat, makmum tersebut mengadu kepada Rasulullah tentang perilaku imam tersebut.

Mendapati hal itu, Rasulullah memberikan wejangan kepada imam tersebut. “Apakah engkau menjadi seorang yang membuat orang lari (dari ajaran Islam)?”[]


Tentang penulis:

Koordinator LBM 2018-2020, Koord. Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Mesir 2018-2020. Mahasiswa Al-Azhar, Kairo. Alumnus Pesantren Lirboyo mutakharijin tahun 2012

SEJARAH TAHUN BARU 1 JANUARI

"SEJARAH TAHUN BARU 1 JANUARI"




Tahukah Anda sejarah Tahun Baru 1 Januari?

"Semenjak abad ke 46 SM Raja Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai HARI PERMULAAN tahun.Orang Romawi MEMPERSEMBAHKAN hari 1 Januari kepada JANUS, DEWA SEGALA GERBANG, PINTU-PINTU DAN PERMULAAN(WAKTU).

.

```Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah, Satu wajah menghadap ke (masa) depan dan satu wajah lagi menghadap ke (masa) lalu". (THE WORLD BOOK ENCYCLOPEDIA VOL.14 hal.237).

.

Yang merayakan Malam Tahun Baru dengan cara apa pun, adalah mereka ikuti Kaum Penyembah berhala (Paganis) yang merayakan HARI JANUS, dengan mengitari api unggun, meniup terompet berpesta dan bernyanyi bersama.

.

"Selamat atas para PENIRU KAUM PAGANIS ROMAWI yang telah merayakan Malam Tahun Baru atau Hari Janus".

Bagi yang tidak ikut-ikutan selamatlah Anda, karna Anda tetap terus berkomitmen dengan QS. Al An'am: 161-163 :

.

"Katakanlah (Muhammad)! 'Sesungguhnya Rabbku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia Ibrahim tidak termasuk orang orang musyrik'.

"Katakanlah(Muhammad)! 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan matiku hanya-lah untuk Allah, Rabb semeseta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama tama berserah diri (muslim)".

.

QS. Al An'am: 79 :

"Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah, yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar. Dan aku bukanlah termasuk orang orang musyrik". (1/1/2013).

.

Penulis: Ust. Abu Yahya Badru Salam, Lc.```  حفظه اللّه تعال


#copas

SEBELUM ANDA TIDUR

SEBELUM ANDA TIDUR

 Islam sebagai agama yang sempurna telah mengajarkan beberapa adab mulia yang sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim ketika hendak tidur.


💧 Di antara Adab-Adab Tersebut Adalah :


1⃣ Mematikan Lampu.


🔖 Hanya berlaku bagi lampu yang dinyalakan dengan api.


📚 Di dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diceritakan, “Bahwasanya di Kota Madinah ada sebuah rumah yang terbakar di malam hari. Ketika disampaikan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang peristiwa tersebut, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya api ini adalah musuh bagi kalian. Apabila kalian hendak tidur maka padamkanlah.”


2⃣ Menutup Pintu.


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Bersabda, “dan tutuplah pintu-pintu, karena Syaithan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.” 

(Hadits Jabir bin Abdillah diriwayatkan Imam Muslim)


3⃣ Berwudhu’.


🔖 Terlebih Ketika dalam Keadaan Junub.


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Bersabda, “Apabila kamu akan mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’lah seperti wudhu’ mu ketika hendak shalat…” 

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)


4⃣ Mengebuti Tempat Tidur dengan Membaca Basmalah


🔖 Ini adalah SUNNAH yang sering DITINGGALKAN. 


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Apabila salah seorang kalian hendak berbaring di tempat tidurnya, maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya. Karena sesungguhnya dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya kemudian.” 

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Hendaknya ia mengucapkan bismillah…”


5⃣ Berbaring dengan Tubuh Bagian Kanan.


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’lah seperti wudhu’ mu ketika akan shalat, kemudian berbaringlah pada sisi kananmu.” 

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)


6⃣ Meletakkan Tangan Kanan di Bawah Pipi.


🔹 Shahabat Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu menuturkan, “Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam apabila telah berbaring di malam hari, maka beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya…” 

(HR. Al-Bukhari)


7⃣ Membaca Dzikir dan Do’a Tidur.


🔖 Ada beberapa do’a yang bisa dibaca ketika hendak tidur, di antaranya ialah:


📌 Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Naas. 

Mengumpulkan kedua tangan, meniup keduanya kemudian membaca tiga surat tersebut. Lalu mengusapkan kedua tangannya ke bagian tubuh yang bisa terjangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan tubuhnya bagian depan.”


📌 Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, yaitu ayat 285 dan 286. 

Anda akan dijaga dari kejahatan Syaithan dan lainnya.


📌 Membaca ayat kursi. 

Anda akan dijaga dari gangguan Syaithan hingga pagi hari.


🔖 Jangan lupa membaca do'a, "BISMIKA ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYA"


🔖 Dan ketika bangun membaca do'a, "ALHAMDULILLAHIL LADZI AHYANA BA'DA MA AMATANA WA ILAIHIN NUSYUR..


💧 ...Jadikan tidurmu bernilai ibadah... dan Selamat bermimpi indah...```


📖 _Sumber: Hadits-Hadits Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam_



*°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆*

_*☆sampaikan kebahikan walau  hanya satu kalimat☆*_


*♥☆آللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّد*

Mari Membaca Al-Qur'an Walau Hanya 10 Ayat Tiap Harinya

Mari Membaca Al-Qur'an Walau Hanya 10 Ayat Tiap Harinya

💞 *KEUTAMAAN MEMBACA*

*AL-QUR'AN* 💞

بسم الله الرحمن الرحيم


1- Rasulullah ﷺ bersabda:

« افضل عبادة أمتي قراءة القرآن »

*Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca al Qur'an* <an Nashaih ad-Diniyyah: 201>


2- Imam Sufyan Tsauri ditanya, apakah seseorang yang berperang (berjihad) lebih engkau sukai atau orang yang mempelajari al-Qur'an? maka ia menjawab: "Orang yang mempelajari al-Qur'an, karena Nabi ﷺ bersabda:

« خيركم من تعلم القرآن وعلمه »

*Orang yang paling baik dari kalian adalah orang yang mempelajari al Qur'an dan mengajarkannya* <alManhaj asSawy: 102> keterangan senada di <an Nashaih ad Diniyah: 213> 


3- Dari Ubay ra., ia berkata: 

« الحصون ثلاثة: المسجد حصن، وذكر الله حصن، وقراءة القرآن حصن »

*Benteng itu ada tiga: masjid adalah benteng, dzikir kepada Allah adalah benteng dan membaca al Qur'an adalah benteng.* <alQirthás: 2: 1/25>


4- Rasulullah ﷺ bersabda:

« من قام بعشر آيات لم يكتب من الغافلين »

*Barang yang membaca sepuluh ayat dari al Qur'an, maka ia tidak dicatat sebagai orang yang lalai.* memberi pemahaman bahwa orang yang tidak melakukan hal tersebut, berarti ia termasuk orang yang lalai. <at Tibyán: 58>


5- Rasulullah ﷺ bersabda: 

« من قرأ القرآن ثم رأى أن أحدا أوتي أفضل مما أوتي فقد استصغر ماعظمه الله تعالى »

*Barang siapa membaca al Qur'an lalu melihat bahwa seseorang telah diberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yng diberikan kepadanya, berarti dia telah meremehkan sesuatu yang Allah Swt. agungkan* <al Ihyá: 1/247> 


6- Dikisahkan dari Abi Zaid Al-Qayrawani pengarang kitab "ar-Risalah" bahwa ia telah memberi kepada guru anaknya ketika mengajarkannya bagian dari al-Qur'an dengan seratus dinar, guru itu berkata: "Aku tidak melakukan sesuatu yang menjadikanku berhak mendapatkan ini semua wahai tuanku". Maka ia memindahkan anaknya dari guru itu kepada guru lain dan berkata: "Orang ini telah meremehkan alQur'an". <Tanbihul Mughtarin: 38>


7- Diceritakan dari Imam Ahmad bin Hambal, ia berkata: "Aku melihat Allah dalam mimpi, maka aku bertanya: "Apa jenis ibadah yang paling utama yang bisa mendekatkan seorang hamba kepada Mu?". Allah menjawab: "Dengan kalam Ku wahai Ahmad" Aku bertanya: "Membaca dengan disertai pemahaman atau tanpa pemahaman?". Allah menjawab: "Dengan disertai pemahaman atan tanpa pemahaman". <al Manhaj as Sawiy: 495> keterangan senada di <Syarhul Ainiyah: 53>


8- AlHafidz Imam Abu Amr bin Shalah berkata dalam kitab "Fatawa"nya: "Membaca al Qur'an adalah sebuah kemuliaan yang dengannya Allah muliakan manusia, telah ada sebuah riwayat yang menjelaskan bahwasanya para malaikat tidak diberikan hal tersebut, dan karena kemuliaan tersebut, mereka sangat rakus mendengarkannya dari manusia <al Manhaj as Sawi: 496> keterangan senada di <al Itqón: 1/103>  


9- Andaikan lisan Nabi Muhammad ﷺ tidak berucap dengan Al-Qur'an niscaya tidak ada seorang pun yang bisa membacanya walaupun satu ayat. <Tuhfatul Ahbab: 266> 


10- Ibnu Mas'ud berkata: 

إذا أردتم العلم فانثروا القرآن! فإن فيه علم الأولين و الآخرين.

*Bila kalian menginginkan ilmu maka sebarkanlah al Qur'an! Karena di dalamnya terdapat ilmu orang terdahulu dan ilmu orang akhir zaman.* <Dalilus Sailin: 507> 


11- Habib Abdullah Al-Haddad ra. mengatakan:

وواظبْ على درس القرآن فإن في ٭ تلاوته الإكسيرَ والشرح للصدر

Dan tekunilah mempelajari al Qur'an karena dalam Membacanya terdapat obat dan pelapang dada 

ألا إنه البحر المحيط وغيره ٭ من الكتب أنهار تمد من البحر

Ketahuilah bahwa ia adalah lautan yang luas dan kitab-kitab selainnya adalah sungai yang dialirkan dari laut itu

تدبَّرْ معانيهِ ورتِّله خاشعا ٭ تفوز من الأسرار بالكنز والذخْر 

Renungilah makna-maknanya dan bacalah dengan khusyu', maka engkau akan memperoleh rahasia-rahasia dari harta simpanan yang terpendam <alManhaj as Sawi: 496> keterangan senada di <ad-Durrul Mandzum: 231> 


12- Habib Muhammad bin Hasan Jamalullail mengatakan: 

إذا طهُر القلب لم يشبع من قراءة القرآن.

Jika hati telah bersih, maka ia tidak akan penah kenyang dari membaca al-Qur'an <alGhurar: 264> 


13- Habib Ali Alhabsyi mengatakan: 

*Aku heran dengan orang yang mengatakan: aku merasa sempit, aku merasa susah, sedangkan ia mempunyai al Qur'an.* <Kalamul Habib Alwy bin Syihab: 1/112> 


14- Sebagian Ulama' mengatakan: *Barang siapa ingin duduk bersama Allah, hendaknya ia membaca al Qur'an.* (atau yang semakna dengan pembahasan ini) 


15- Sayyidina Ja'far as-Shadiq berkata: *Barang siapa yang ingin diajak bicara oleh Allah, hendaknya dengan membaca al Qur'an dan barang siapa ingin bercakap dengan Allah, hendaknya dengan berdoa dan merendahkan dirinya dalam sujud.* (atau yang semakna dengan pembahasan ini)  


16- Kerap kali setan menguasai orang yang lalai sebab kelalaiannya dari mengingat Tuhannya, sebagaimana Allah Swt. telah berfirman:

«ومن يعشُ عن ذكر الرحمن نقيض له شيطٰنا فهو له قرين» ( الزخرف: ٤٣)

"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya."

Dan firman Allah:

«استحوذ عليهم الشيطٰن فأنسٰهم ذكر الله» ( الزخرف: ٣٦)

setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa akan mengingat Allah. <an Nashaih ad-Diniyah: 184> 


17- Jika telah tiba bulan Ramadhan, syekh Muhammad bin Hasan Jamalullail pergi ke masjidnya di daerah "Roughoh" dan penghuni masjid akan memberinya roti yang ia makan sebagiannya, dan sebagiannya ia sedekahkan kepada orang yang hadir dan bila tidak ada yang hadir, ia tinggalkan roti itu di suatu tempat. Setelah Ramadhan berlalu, mereka mendapatkan potongan roti di tempatnya, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu makan?". Ia menjawab: *Aku hanya makan dengan al-Qur'an*. <Kalâmul Habib Alwy bin Syihâb: 1/402> 


18- Abu Mu'awiyah al-Aswad adalah orang yang buta dan ia sangat senang membaca al-Qur'an. Dan jika membuka al-Qur'an, maka pandangannya dikembalikan hingga ia selesai dari membaca al-Qur'an, dan jika ia menutup al-Qur'an, matanya kembali menjadi buta, lalu ada yang berbisik dalam hatinya: "Tidaklah kami membutakan matamu karena kami pelit kepadamu, akan tetapi kami cemburu bila kamu melihat selain kami". <ar-Raudh al-Faiq: 151> 


19- [يثاب على قراءة القرآن] ولو بدون معرفة معناه، بخلاف غيره من الأذكار فإنه لايثاب عليه قارئه الا إذا عرف معناه ولو اجمالا، والأحاديث وباقي العلوم لايثاب عليها من حيث قراءة لفظها، وانما يثاب عليها من حيث تعليمها وتعلمها وكتابتها.

Akan diberi pahala atas bacaan al-Qur'an walaupun tanpa mengetahui maknanya. Berbeda dengan dzikir-dzikir, maka tidak diberikan pahalanya kecuali bila ia mengetahui maknanya walaupun secara global. Dan hadits-hadits serta ilmu-ilmu yang lain, tidak diberi pahala dari segi membaca lafadznya saja, dan sesungguhnya pahala itu diberikan dari segi ia mengajarkannya, mempelajarinya serta menulisnya. <alJawahir alLu'luiyah: 18>.

*_________________________*


*💯TAMBAHAN DALIL: 💯*


Berikut ini sejumlah keutamaan membaca Alquran dalam hadits-hadits Rasulullah, sebagaimana disarikan dari buku Majelis Ramadhan terbitan PT Gema Insani Press:    


*1. Hadits pertama*


Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Puasa dan Alquran memberi syafaat kepada Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, ''Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan dan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya. Dan Alquran pun berkata, ''Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah.'' (HR Ahmad)


*2. Hadits kedua*


Diriwayatkan dari Utsman bin Affan RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya (kepada orang lain).'' (HR Bukhari dan Muslim)


*3. Hadits ketiga*


Diriwayatkan dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Orang yang mahir membaca Alquran disertai duta-duta Allah (malaikat) yang mulia lagi baik-baik, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tergagap-gagap (karena belum pandai) lagi sangat payah membacanya maka ia memperoleh dua pahala.'' (HR Bukhari dan Muslim)


*4. Hadits keempat*


Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy'ari RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Sedangkan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran bagaikan kurma, tidak berbau tapi lezat rasanya.'' (HR Bukhari dan Muslim)


*5. Hadits kelima*


Dari Umamah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Bacalah Alquran, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela (pemberi syafaat) bagi orang yang mempelajari dan menaatinya.'' (HR Muslim)


*6. Hadits keenam*


Dari Uqbah bin Amir RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Apakah tidak senan seseorang dari kalian pergi ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua ayat Alquran, yang hal itu lebih baik baginya dari pada (berkurban) dua ekor kunta, dan tiga ayat lebih baik dari pada (berkurban) tiga ekor unta, empat ayat lebih baik daripada (berkurban) empat ekor unta dan seterusnya.” (HR Muslim).


*7. Hadits ketujuh*


Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Tiadalah berkumpul suatu kaum dalam baitullah (masjid) untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan pasti turun pasti turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikerumuni malaikat dan diingat Allah di depan makhluk yang sisi-Nya.'' (HR Muslim).


*8. Hadits kedelapan*


Dari Abdullah bin Mas'ud RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Alquran itu adalah jamuan dari Allah, karena itu terimalah jamuan ini semampumu. Sesungguhnya Alquran ini tali Allah yang kuat dan cahaya-Nya yang cemerlang, dan sebagai obat yang berguna. Dia adalah pegangan bagi orang-orang yang berpegang padanya dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikutinya. Dan tidak pernah menyimpang sehingga perlu dilempangkan, tidak pernah bengkok sehingga perlu diluruskan, tidak pernah habis keajaiban-keajaibannya, dan tidak pernah lapuk karena banyaknya orang yang menolaknya. Bacalah ia, karena Allah akan memberimu pahala pada tiap-tiap hurup yang kamu baca sebanyak sepuluh hasanah (kebaikan), saya tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.'' (HR Hakim).


*🌐 SUMBER 1:* 

https://t.me/Ngajikitabfawaidulmukhtaroh

*🌐 SUMBER 2:*

https://m.republika.co.id/berita/q8inwa320/hadits-hadits-berikut-ini-menjelaskan-keutamaan-baca-alquran

*🌹Semoga Bermanfaat*

*┈┉┅━•❖📗🔰📘❖•━┅┉┈*

*📮Catatan Dakwah Islam*

*📤 Silahkan Share*

Senin, 28 Desember 2020

PELAKSANAAN PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT

 






 

 

 

 

 


MAKALAH

PENGANTAR PENDIDIKAN

“PELAKSANAAN PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT”







 

Dosen Penganpu :

 SUMARGONO, Ir Drs.M.Pd

Disusun Oleh :

 SARIFAH

 

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM

JOMBANG

2017


KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa mencurahkan kasih sayang dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini walaupun  dalam bentuk yang sederhana. Shalawat dan salam  kepada Baginda Rasulullah S.A.W yang telah menunjukkan kita kepada jalan-jalan kebaikan dan pemahaman ilmu yang benar kepada kita.

Terimakasih kepada bapak, selaku dosen  pembimbing, yang telah membimbing kami untuk menyelesaikan makalah  ini. Selain itu kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah membaca dan mempelajarinya. Adapun tujuan dalam pembuatan makalah  ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah  Pengantar Pendidikan. Kami berharap tugas ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Berkat Rahmat dan  karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah singkat ini dengan judul “Pelaksanaan Pendidikan Dalam Lingkungan Masyarakat”.

Akhirnya penulis menyadari bahwa sebagai hamba Allah, tentunya tidak luput dari  keterbatasan dan kekhilafan. Oleh karena itu jika terdapat suatu kebenaran dari makalah ini, tentunya itu datang dari Allah, namun jika ada kekeliruan dan kekurangan maka semata-mata adalah kekurangan dan kesalahan penulis. Dan maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari siapapun demi perbaikan makalah ini di masa mendatang dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. amiin…

 

 

 

 

 

Jombang, 12 Desember 2017

 

 

 

 

 

Penyusun


 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.. 1

KATA PENGANTAR.. 2

DAFTAR ISI. 3

BAB I. 4

1.1 LATAR BELAKANG.. 4

1.2 TUJUAN.. 4

1.3 RUMUSAN MASALAH.. 4

BAB II. 5

2.1 Lingkungan Pendidikan Masyarakat 5

2.2 Tujuan Pendidikan Masyarakat 5

2.3 Penyebab Timbulnya Luar Sekolah/Pendidikan Masyarakat 7

2.4 Alasan-alasan Timbulnya Sistem Pendidikan Luar Sekolah..........................7

2.5 Definisi Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Masyarakat...........................7

2.6 Pendidikan Non Formal 7

BAB III. 8

3.1 Kesimpulan. 8

3.2 Saran. 8.................................................................................................................

DAFTAR  PUSTAKA.. 9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

 Menurut Langeveld pendidikan hanya berlangsung dalam suasana pergaulan antara orang yang sudah dewasa (atau yang diciptakan orang dewasa seperti: sekolah, buku model) dengan orang yang belum dewasa yang diarahkan  untuk mencapai tujuan pendidikan.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Masyarakat adalah tempat anak memperoleh pendidikan non formal. Di sini, anak akan melakukan interaksi dan meniru segala hal yang dilakukan masyarakat lingkungannya. Hal ini tentunya sangat baik ketika lingkungan hidup anak damai, tenteram dan terjadi banyak aktivitas bersama. Interaksi yang dilakukan anak ini akan menjadi pendidikan non formal sebagai pengalaman hidup anak di lingkungan masyarakat. Masyarakat tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga sebagai petugas hukum untuk menegakkan aturan di lingkungan tersebut agar anak-anak mereka tidak menyimpang dan benar dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan anak.

 

 

 

 

 

 

 

1.2    Tujuan

Makalah ini disusun dengan maksud untuk memberikan tambahan pengetahuan dengan harapan dapat digunakan sebagai salah satu sumber untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran Pengantar Pendidikan dan dapat digunakan juga sebagai bahan pengayaan wawasan.

 

1.3  Rumusan masalah

      Adapun masalah-masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah:

1.       Apa pengertian pendidikan ?

2.       Bagaimana pendidikan dalam lingkungan masyarakat (non formal) ?

                                                                                                                                                                         

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.  Lingkungan Pendidikan Masyarakat

Dilihat dari segi tempat berlangsungnya kegiatan, pendidikan dapat terjadi dalam seluruh lingkungan kehidupan manusia. Proses pendidikan tidak hanya terjadi pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah saja tetapi berlangsung pula pada situasi kehidupan yang lebih luas yaitu pada lingkungan masyarakat yang sering disebut juga sebagai pendidikan non formal. Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peristiwa pendidikan yang berlangsung pada lingkungan masyarakat tergolong pada pendidikan non formal.

Telah banyak pakar dan praktisi pendidikan memberikan definisi tentang konsep pendidikan non formal. Combes dalam Djudju S Sudjana (1989 : 29) mengemukakan pengertian formal dengan setiap kegiatan yang terorganisir dan sistematis di luar sistem persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya.

 

2.2.    Tujuan Pendidikan Masyarakat

Santoso S Hamidjojo (1982 : 18) mengemukakan bahwa pendidikan masyarakat atau pendidikan non formal bertujuan untuk membantu masalah  keterlantaran pendidikan, baik bagi mereka yang belum pernah bersekolah maupun yang gagal (drop out) serta memberikan bekal sikap, keterampilan dan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan hidup.

Dalam kerangka sistem pendidikan nasional, pendidikan non formal merupakan salah satu jalur yang bersama-sama dengan jalur pendidikan lainnya, mempunyai tujuan yang senantiasa mengarah pada tujuan pendidikan nasional. Sebagai salah satu jalur dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan non formal mempunyai tujuan seperti ditegaskan dalam peraturan pemerintah nomor 73 tahun 1991 sebagai berikut.

1.      Melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang hayatnya, guna meningkatkan martabat dan kehidupannya.

2.      Membina warga belajar agar  memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan pendidikan ke tingkat atau jenjang yang lebih tinggi.

3.      Memnuhi kebutuhan belajar masyarakat yang dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.

2.3.  Penyebab Timbulnya Luar Sekolah / Pendidikan masyarakat

UNESCO dengan komisi Edgar Favre telah berhasil meletakkan asas pendidikan yang fundamental dan berlaku untuk penyelenggara pendidikan yakni asas pendidikan seumur hidup / long life education.

Sebagai dampak timbulnya asas pendidikan ini, maka dikenallah berbagai bentuk penyelenggaraan pendidikan dan yang diarahkan bagi pendidikan anak, remaja, orang dewasa maupun orang tua baik mereka yang belum bekerja maupun mereka yang telah bekerja.

Penyelenggaraan pendidikan demikian pasti berbeda satu sama lain dan pada umumnya dikenal berbeda sistem pendidikan yang digunakan, yakni sistem pendidikan sekolah , di satu pihak dan sistem pendidikan luar sekolah di pihak lain.

Sebagaimana asas pendidikan seumur hidup, sistem pendidikan luar sekolah telah lama dikenal dan digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang.

 

2.4.  Alasan-alasan Timbulnya Sistem Pendidikan Luar Sekolah

Secara terperinci dapat diungkapkan bahwa alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah adalah :

1.      Alasan segi faktual-historis, meliputi :

a.       Kesejarahan

b.      Kebutuhan pendidikan

c.       Keterbatasan sistem persekolahan

d.      Potensi sumber belajar

e.       Keterlantaran pendidikan seluar sekolah

2.      Alasan dari segi analitis-perspektif, meliputi :

a.       Pelestarian identitas bangsa

b.      Kecenderungan belajar individual

3.      Alasan dari segi formal-kebijakan, meliputi :

a.       Pembukaan dan UUD 1945

b.      Garis Garis Besar Haluan Negara

c.       Pelita

 

2.5.  Definisi Pendidikan Luar Sekolah / Pendidikan Masyarakat

Abad terakhir ini, kemajuan bidang pendidikan mencapai puncaknya dengan timbulnya konsepsi pendidikan baru yang berbeda dengan konsep pendidikan yang sudah ada dan telah lama berlangsung.

Dalam konsepsi tersebut diketengahkan tentang pendidikan luar sekolah yang merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan.

Pembahasan tentang pendidikan luar sekolah memang merupakan hal yang menarik karena :

1.      Pendidikan luar sekolah merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan yang bentuk dan pelaksanaannya berbeda dengan sistem sekolah yang sudah ada.

2.      Dalam pendidikan luar sekolah terdapat hal-hal yang sama pentingnya bila dibandingkan dengan pendidikan luar sekolah.

Seperti : bentuk pendidikan, tujuannya, sasarannya, pelaksanaannya dan sebagainnya (ini akan diuraikan pada bab-bab selanjutnya)

 

2.6.    Pendidikan Non Formal

Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu subsistem pendidikan di samping pendidikan informal juga pendidikan non formal yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat.

Yang dimaksud pendidikan non formal adalah pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tepat dan ketat.

Dengan adanya batasan pengertian diatas, rupanya pendidikan non formal tersebut berbeda antara pendidikan informal dan pendidikan formal.

Dalam pendidikan non formal ini berturut-turut dibicarakan :

1.      Asas pendidikan non formal

2.      Tugas-tugas pendidikan non formal

3.      Sifat-sifat pendidikan non formal

4.      Syarat-syarat pelaksanaan pendidikan non formal

5.      Kegiatan-kegiatan pendidikan non formal


 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 

Dari berbagai penjelasan diatas dapat disimpulkanbahwa:

1.      Dilihat dari segi tempat berlangsungnya kegiatan, pendidikan dapat terjadi dalam seluruh lingkungan kehidupan manusia. Proses pendidikan tidak hanya terjadi pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah saja tetapi berlangsung pula pada situasi kehidupan yang lebih luas, yaitu pada lingkungan masyarakat yang sering disebut juga sebagai pendidikan non formal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tentang sistem pendidikan nasional, peristiwa pendidikan yang berlangsung pada lingkungan masyarakat tegolong pada pendidikan non formal.

2.      Alasan timbulnya sistem pendidikan luar sekolah, secara terperinci dapat diungkapkan bahwa :

a.       Alasan dari segi faktual-historis

b.      Alasan dari segi analitis-perspektif

c.       Alasan dari segi fornal-kebijakan

3.      Pendidikan non formal, jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub sistem pendidikan, disamping pendidikan informal juga pendidikan non formal yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat.

3.2 Saran

Dalam penyusunan artikel ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, untuk itu saya minta kritik dan saran yang sifatnya membangun dari dosen pembimbing dan teman-teman, agar dapat membuat tugas–tugas artikel yang berikutnya lebih bagus

 

 

 

 

 

 

 

 

                                   

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

 

http://id.shoong.com/social-sciences-education/2043347-pengertianpendidikan /#ixzz1YBS66dJM

http://imeyshare.blogspot.co.id/2011/07/makalah-pendidikan-masyarakat.html