Kamis, 31 Desember 2020

LAKUKAN HAL INI SEBELUM TIDUR

 *📚 LAKUKAN HAL INI SEBELUM TIDUR🌹*


*1.MENGAMBIL WUDHU*

 _Bersuci dengan melakukan wudhu sebelum tidur. Terdapat beberapa riwayat hadis Nabi Saw yang menganjurkan wudhu sebelum tidur, di antaranya adalah hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim dari al-Barra’ bin ‘Azib, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;_


_إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ_


_“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.”_


*2.MEMBERSIHKAN TEMPAT TIDUR*

 _Membersihkan tempat tidur, minimal dengan mengibasnya dengan sarung atau kain lain sebanyak tiga kali sembari membaca doa:_


_بِاسِمَكَ رَبي وَضَعْتُ جَنْبي، وبك أرفعُهُ ، إنْ أَمْسكْتَ نَفْسي فارْحَمْها ، وإنْ أرْسَلتَها فَاحْفَظْها بما تَحْفظُ به عِبادَك الصالحينَ_


_Hal tersebut dilakukan karena kita tidak tahu apa yang terjadi di tempat tidur kita selama kita tinggalkan._ _Maka dianjurkan untuk dibersihkan dahulu. Berdasarkan Hadis dalam sahih Bukhari (6320) dan Muslim (2714) dari Abu Hurayrah._


*3.BERBARING KE KANAN*

_Sahih al-Bukhori:5839_


_عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:_


 _كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا. وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ._


_Dari Huzaifah ra, dia berkata:_

_Apabila Nabi saw hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan: Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup. Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kebangkitan._

*➡Pesan :*

_Jika anda hendak bersiap untuk tidur, berbaringlah pada tubuh sebelah kanan, kemudian taruhlah tangan kanan anda di bawah pipi anda dan bacalah doa sebelum tidur yang sudah diajarkan oleh Rasulullah saw._


*4.MEMBACA DZIKIR AL MUAWWIDZAAT*

 _Dzikir al-Muawwidzaat, yaitu surat al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Nas, kemudian meniupkannya ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke kepala, wajah dan badan. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali._ _Berdasarkan Hadis sahih Bukhari (5416) dan Muslim (5017) dari Aisyah_


*Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,*


_كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ_


_“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)_


*5.MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAH AL-BAQARAH*

_Berdasarkan hadits dalam kitab sahih Bukhari (4008) dan Muslim (807) dari abu Mas'ud_


*➡Q.S AL-BAQARAH 285*


_اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ  كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ  لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ (٢٨٥)_


*➡Q.S AL-BAQARAH 286*


_لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ_


*6.MEMBACA AYAT KURSI*


_اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ_


_Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar._


*7.MEMBACA SURAH AL-KAFIRUN*


_قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ_


_لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ_


_وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ_


_وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ_


_وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ_


_لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ_


*8.MEMBACA DOA*


_بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ_


_“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”._


_Amalan dan dzikir yang terdapat dalam Hadis-Hadis tersebut sudah dipilih dan dihimpun oleh Imam Nawawi dalam kitabnya berdasarkan aspek keutamaan untuk mengamalkannya. Kemudian dianjurkan untuk membaca dan melaksanakan keseluruhannya atau jika merasa berat maka semampunya. Semoga bermanfaat._


*Wallahu a’lam bishowab.*


*SELAMAT BERISTIRAHAT😁🙏*

Jauhi pekerjaan haram

 *_السلام عليكم ورحمة الله وبركاته_*

*_اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين_*



Jauhi Pekerjaan Haram

--------------------------------------



pekerjaan haram“Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram.” (HR. Bukhari)


Sahabat, masa yang dimaksud oleh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam dalam hadits di atas mungkin sudah tiba. Saat ini banyak orang yang tak lagi peduli apakah ia mendapatkan harta dengan cara halal atau haram. Bahkan jabatan pun bisa dibeli dengan sejumlah uang.


Ironisnya, orang-orang bisa berbangga hati dengan jabatan yang mereka miliki sekalipun jabatan tersebut diperoleh bukan dari kemampuan kinerjanya. Tak sedikit pula yang mencampurkan hal yang haram dengan yang halal agar tak terlalu merasa bersalah.


Misalnya, uang hasil sogokan digunakan sebagiannya untuk wakaf saluran irigasi. Uang hasil korupsi dipakai untuk naik haji meminta ampunan Allah. Dan uang hasil riba disedekahkan sebagiannya agar tak terlalu banyak dosa.


Padahal jelas bahwa Allah tidak menerima amalan kecuali dari hasil yang baik-baik, termasuk dari

pekerjaan dan penghasilan yang halal.


“Allah tidak akan menerima shalat tanpa kesucian (dari hadats dan najis) dan juga tidak menerima sedekah dari harta haram (HR. Muslim, Ibnu Majah, at-Tirmidzi dan Ahmad).


Janganlah mempercayai prinsip “Yang haram saja susah mendapatkannya, apalagi yang halal!” karena sesungguhnya jika kita bertaqwa pada Allah, Ia pasti akan memberi kita rezeki dari pekerjaan yang halal.


“Bertakwalah kamu kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan cara yang baik. Jika ada yang merasa rezekinya terhambat, maka janganlah ia mencari rezki dengan berbuat maksiat, karena karunia Allah tidaklah di dapat dengan perbuatan maksihat.” (HR. Al Hakim dan selainnya)


Maka tinggalkanlah pekerjaan yang haram, dan berdoalah meminta Allah gantikan dengan pekerjaan yang halal. Sungguh Allah takkan menyia-nyiakan hambaNya yang bertawakal.


Sahabat, begitu banyak kerugian dari melakukan pekerjaan haram dan makan dari harta haram, di antaranya sebagai berikut:


1. Dijamin tidak akan masuk surga


Tegakah kita membiarkan diri dan keluarga terpanggang api neraka hanya karena meremehkan sumber penghasilan yang kita peroleh? Na’udzubillah min dzalik.


“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya.” (HR. Ahmad dan Ad Darimi)


Oleh sebab itu para istri dan anak perlu menyokong pencari nafkah utama keluarga agar senantiasa berada di jalur yang lurus dalam mencari penghasilan.


2. Berat saat mempertanggungjawabkan di hari kiamat


Sungguh sulitnya menjawab pertanyaan di hari kiamat kelak, khususnya mengenai 4 perkara yang perlu dipertanggungjawabkan:


“Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat, sampai ia ditanya tentang empat perkara. (Yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia mendapatkannya dan ke manakah ia meletakkannya, dan tentang ilmunya, apakah yang telah ia amalkan.” (HR. At Tirmidzi dan Ad Darimi)


3. Tidak memperoleh pahala sekalipun berbuat amal shaleh dengan harta yang diperoleh melalui pekerjaan haram tersebut


Astaghfirullah, bahkan sebanyak apapun sedekah yang kita keluarkan dari harta haram, tetap saja kita harus menanggung dosa karena memakan harta haram dan tak mendapat pahala dari amalan sedekah tersebut.


“Barangsiapa mengumpulkan harta haram kemudian menyedekahkannya, maka ia tidak memperoleh pahala darinya dan dosanya terbebankan pada dirinya.” (Hadits shahih lighairihi, diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (3367) dari jalur Darraj Abu Samah dari Ibnu Hujairah dari Abu Hurairah.)


4. Menyebabkan kemurkaan Allah dan kebinasaan diri sendiri


Bagaimana mungkin Allah tidak murka, dari sekian banyak pekerjaan halal di muka bumi ini, kita malah memilih bertahan dalam pekerjaan haram?! Bukankah ibarat kucing peliharaan yang diberi makanan bersih dan enak oleh majikannya, namun masih saja mengais-ngais tong sampah?


“Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan

 kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.” (Qs. Thaha: 81)


5. Pekerjaan yang haram merupakan ujian apakah kita lebih memilih percaya pada ajaran Allah atau justru mengabaikannya


“Janganlah menganggap rezeki kalian lambat turun. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rezekinya. Carilah rezeki dengan cara yang baik (dengan) mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram.” (HR. Baihaqi)


Sahabat, sudahkah kita memastikan kehalalan sumber penghasilan yang kita peroleh saaf ini? Mudah-mudahan kita senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang dibenci oleh Allah.

Wallaahualam

(Komunitas satu hari seribu sholawat)

AMALAN DI MALAM DAN HARI JUM'AT

 AMALAN DI MALAM DAN HARI JUM'AT 



*1.) PERBANYAK MEMBACA SHALAWAT*


*🔎 Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :*


أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً


_“Banyaklah bersalawat kepada ku (Nabi Muhammad SAW) di setiap hari Jum’at, karena Sesungguhnya salawat umat ku akan ditampakkan kepada ku di setiap hari Jum’at. Maka siapa orang yang paling banyak bersalawat kepada ku, kelak dialah yang paling dekat tempatnya dengan ku pada hari kiamat.”_ *Riwayat Imam Baihaqi dengan sanad yang baik.*


◼Imam Syafi’i (w. 204 H) dalam Musnadnya meriwayatkan hadits dari Shafwan bin Salim bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda _“Jika (telah datang) hari jum’at atau malam jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat atas ku (Nabi Muhammad SAW)”_


◼Dalam Sunan Ad Daruquthni yang dikarang oleh Imam Al Musnid Abu Hasan Ali bin Umar (w. 385H) diriwayatkan dari Abu Hurairah (w. 59 H) bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :


من صلى علي يوم الجمعة ثمانين مرة غفر الله له ذنوب ثمانين سنة قيل يارسول الله كيف الصلاة عليك قال تقول اللهم صل على محمد عبدك ونبيك ورسولك النبي الأمي وتعقد واحدة


_“Barangsiapa yang bershalawat atas ku di hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, maka ampunan Allah atasnya (orang bersalawat) dosa-dosanya selama delapan puluh tahun. Dikatakan “Duhai Rasulullah Saw. bagaimana caranya bersalawat kepada engkau”, Nabi menjawab *Allahumma shalli ‘ala Muhammadin abdika wa nabiyyika wa rasulika nabbiyil ummiyyi* dan itu dihitung satu.”_ *Riwayat ini dinilai hasan oleh Imam Al Iraqi (w. 806 H).*


*2.) MEMBACA SURAT YASIN*


*🔎 Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :*


من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله


_“Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.”_ *(HR Abu Daud dari al-Habr)*


وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ' إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات .


_“Surat Yasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota Mekkah), Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam bersabda, *'Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati, sedang hati Al-Quran adalah surat yasin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran'”*._ *( Tafsiir as-Sam’aani IV/265 ).*


*3.) MEMBACA SURAT AL-KAHFI*


Kesunnahan membaca surat al-Kahfi tersebut diterangkan dalam beberapa hadits :


مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ


_"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”_ *(HR. An Nasa’i dan Baihaqi)*


مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ


_"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.”_ *(HR. Ad Darimi)*


Merujuk pada dua hadis di atas, Rasulullah menganjurkan untuk membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Orang yang membiasakannya, wajahnya akan bersinar.


Wallahu a'lam bishawab.


*🌹Semoga Bermanfaat*

*┈┉┅━•❖📗🔰📘❖•━┅┉┈*

TAHUN BARU DAN CITRA BURUK AGAMA.

 السلام عليكم ورحمةالله وبركاته.


TAHUN BARU DAN CITRA BURUK AGAMA.




Penulis: Hafidz Alwy


Penghujung tahun seperti ini, biasanya muncul ‘fatwa’ bahwa perayaan tahun baru dilarang oleh agama Islam. Alasannya macam-macam. Di antara yang paling sering diujarkan ialah bahwa hal tersebut merupakan bagian dari perbuatan orang non-muslim yang tidak diteladani oleh Nabi.


Jika sekadar pendapat untuk diyakini sendiri, mungkin tidak bermasalah. Namun ‘selorohan’ tadi menjadi berbahaya jika mengucapkan selamat tahun baru dijadikan ukuran bahwa si penutur tidak lagi menjalankan agama dengan benar.


Berdebat panjang lebar tentang hal ini hanya akan mencitrakan bahwa kita, sebagai muslim, antipati terhadap kemajuan zaman. Keyakinan adanya jurang yang sangat lebar antara kebudayaan kita dan kultur liyan, di mana ketika jurang tersebut terlampaui, berarti kita sudah meninggalkan ajaran. Agama hanyalah fobia maya yang diciptakan kelompok-kelompok berkepentingan. Sehingga, mewajibkan pendapat perkara khilafiah kepada orang lain seperti tahun baru merupakan bahan murahan yang berujung—bahwa Islam antipati terhadap segala yang beraroma modern, kemajuan, eksklusif dan jaga jarak. Ini adalah kesalahan fatal seorang yang beragama. Ia tidak mengetahui apa itu hakikat agama yang dianutnya. Atas sebab ketidakpahaman inilah, kadang ada di antara kita yang memperjuangkan sesuatu namun secara tak sadar, kita sedang menghancurkan.


Beberapa fobia atas budaya liyan seperti itu sering dialami oleh mereka yang tidak percaya diri dengan peradaban sendiri. Ketakutan akan hegemoni peradaban Barat, muncul dari jiwa yang sebenarnya kalah dari persaingan global. Sikap seperti ini akan memicu eksklusivitas dan pada akhirnya akan memunculkan gerakan radikalisme dengan melakukan aksi teror. Mereka menganggap yang berseberangan dengan mereka adalah musuh dan harus dimusnahkan.


Budaya Global

Menurut hemat saya, merayakan tahun baru adalah suatu laku yang tidak ada kaitannya dengan agama manapun. Meski ada yang mengatakan bahwa pada mulanya ia berawal dari kalangan Nasrani. Namun seiring dengan berjalannya waktu, laku tersebut menjadi budaya global yang tidak mencirikan golongan manapun. Tahun baru sudah menjadi bagian dari budaya modern masyarakat dunia.


Secara mikro, apa yang sedang kita bahas hampir sama dengan fenomena pakaian berdasi. Sewaktu Belanda menjajah Indonesia, dasi merupakan model pakaian yang mereka kenakan sehari-hari. Ini ciri khas mereka. Saat itu, siapa pun yang berpakaian serupa—akan dianggap sebagai ‘Londo’. Seiring berjalannya waktu, pakaian berdasi merupakan pakaian modern dan tidak merefleksikan kalangan manapun. Ini pertama.


Kedua, tahun baru bukanlah (yang oleh sebagian orang dianggap sebagai) budaya golongan fasik dan kotor. Sekarang, ibu kota berbagai negara berikut instansi pemerintahan dan berbagai kalangan mengakui budaya ini. Mereka tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma kesopanan. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa hal itu kerap terjadi saat tahun baru. Sehingga, pernyataan bahwa tahun baru adalah budaya kotor tidak lagi relevan dalam waktu dewasa ini.


Ketiga, mereka yang antipati terhadap perkembangan dalam aneka rupa, biasanya mempunyai cara pikir tertutup. Bahkan terkait nilai-nilai keagamaan sekalipun.


Islam dan Pencitraan

Suatu ketika, ada seorang Badui datang kepada Rasulullah Saw. ketika beliau sudah hijrah ke Madinah. Seorang Badui tersebut meminta kepada Rasulullah agar diberi sejumlah harta. Lantas Rasulullah memberinya kambing yang sangat banyak (dikatakan bahwa kambingnya memenuhi lembah antara dua gurun). Betapa kaget Badui tersebut mendapat hadiah sebanyak itu. Ia bergegas kembali ke kampungnya dan menyerukan kepada kaumnya: “Wahai kaumku, berimanlah kalian semua dengan Muhammad, sesungguhnya ia memberiku hadiah sebanyak pemberian orang yang tidak takut akan kemiskinan.”


Perilaku Rasulullah tersebut menjadikan si Badui dan kaumnya masuk Islam sebab terpukau dengan akhlak Rasulullah. Itu adalah satu contoh kecil bagaimana Rasulullah membawakan Islam dengan sikap dermawan dan penuh kasih sayang.


Pada masa ketika Islam sedang menapaki kejayaan, orang-orang non-muslim melihat bahwa kalangan muslim adalah mereka yang berkasta lebih tinggi daripada dirinya. Mereka melihat demikian bukan karena golongan maupun keturunan, namun kasta yang terbangun karena indahnya perilaku dan karakter umat Islam waktu itu. Sehingga mereka merasa bahwa jika ingin dirinya hidup mulia sejajar dengan kasta umat Islam, maka mereka haruslah masuk Islam.


Citra di Nusantara

Peristiwa senada tidak hanya terjadi satu-dua kali. Kita mengingat bagaimana masyarakat Nusantara terpukau dengan pedagang-pedagang yang datang dari Timur Tengah maupun Gujarat. Mereka muslim dan terkenal dengan perilaku yang jujur dan menyenangkan mitra bisnisnya. Hal inilah yang membawa penduduk Nusantara memeluk Islam. Mereka terpesona dengan perilaku para saudagar negeri seberang tersebut.


Suatu ketika, saya mendengar bagaimana Kiai Marzuqi Mustamar (tokoh di Jawa Timur) memaparkan peran para pendakwah dahulu dalam menawarkan Islam pada masyarakat setempat. Walisongo yang mendakwahkan Islam mencapai keberhasilan yang gemilang dengan tanpa mengobarkan permusuhan dan pertumpahan darah. Para pedakwah masa lalu mengerti bagaimana cara membungkus Islam dengan kemasan yang menarik sehingga masyarakat dengan sendirinya terpukau dan memutuskan untuk memeluknya.


Tentu kita tidak lupa ketika ada seorang Sahabat yang tidak sengaja melakukan kesalahan. Suatu ketika, salah seorang Sahabat menjadi imam shalat. Kemudian datang Sahabat lain menjadi makmum. Ketika menyadari bahwa ada orang yang bermakmum kepadanya, Sang imam memanjangkan bacaaan shalat hingga makmum merasa terlalu lama dan lelah. Selepas shalat, makmum tersebut mengadu kepada Rasulullah tentang perilaku imam tersebut.

Mendapati hal itu, Rasulullah memberikan wejangan kepada imam tersebut. “Apakah engkau menjadi seorang yang membuat orang lari (dari ajaran Islam)?”[]


Tentang penulis:

Koordinator LBM 2018-2020, Koord. Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Mesir 2018-2020. Mahasiswa Al-Azhar, Kairo. Alumnus Pesantren Lirboyo mutakharijin tahun 2012

SEJARAH TAHUN BARU 1 JANUARI

"SEJARAH TAHUN BARU 1 JANUARI"




Tahukah Anda sejarah Tahun Baru 1 Januari?

"Semenjak abad ke 46 SM Raja Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai HARI PERMULAAN tahun.Orang Romawi MEMPERSEMBAHKAN hari 1 Januari kepada JANUS, DEWA SEGALA GERBANG, PINTU-PINTU DAN PERMULAAN(WAKTU).

.

```Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah, Satu wajah menghadap ke (masa) depan dan satu wajah lagi menghadap ke (masa) lalu". (THE WORLD BOOK ENCYCLOPEDIA VOL.14 hal.237).

.

Yang merayakan Malam Tahun Baru dengan cara apa pun, adalah mereka ikuti Kaum Penyembah berhala (Paganis) yang merayakan HARI JANUS, dengan mengitari api unggun, meniup terompet berpesta dan bernyanyi bersama.

.

"Selamat atas para PENIRU KAUM PAGANIS ROMAWI yang telah merayakan Malam Tahun Baru atau Hari Janus".

Bagi yang tidak ikut-ikutan selamatlah Anda, karna Anda tetap terus berkomitmen dengan QS. Al An'am: 161-163 :

.

"Katakanlah (Muhammad)! 'Sesungguhnya Rabbku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia Ibrahim tidak termasuk orang orang musyrik'.

"Katakanlah(Muhammad)! 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan matiku hanya-lah untuk Allah, Rabb semeseta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama tama berserah diri (muslim)".

.

QS. Al An'am: 79 :

"Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah, yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar. Dan aku bukanlah termasuk orang orang musyrik". (1/1/2013).

.

Penulis: Ust. Abu Yahya Badru Salam, Lc.```  حفظه اللّه تعال


#copas

SEBELUM ANDA TIDUR

SEBELUM ANDA TIDUR

 Islam sebagai agama yang sempurna telah mengajarkan beberapa adab mulia yang sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim ketika hendak tidur.


💧 Di antara Adab-Adab Tersebut Adalah :


1⃣ Mematikan Lampu.


🔖 Hanya berlaku bagi lampu yang dinyalakan dengan api.


📚 Di dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diceritakan, “Bahwasanya di Kota Madinah ada sebuah rumah yang terbakar di malam hari. Ketika disampaikan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang peristiwa tersebut, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya api ini adalah musuh bagi kalian. Apabila kalian hendak tidur maka padamkanlah.”


2⃣ Menutup Pintu.


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Bersabda, “dan tutuplah pintu-pintu, karena Syaithan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.” 

(Hadits Jabir bin Abdillah diriwayatkan Imam Muslim)


3⃣ Berwudhu’.


🔖 Terlebih Ketika dalam Keadaan Junub.


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Bersabda, “Apabila kamu akan mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’lah seperti wudhu’ mu ketika hendak shalat…” 

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)


4⃣ Mengebuti Tempat Tidur dengan Membaca Basmalah


🔖 Ini adalah SUNNAH yang sering DITINGGALKAN. 


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Apabila salah seorang kalian hendak berbaring di tempat tidurnya, maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya. Karena sesungguhnya dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya kemudian.” 

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Hendaknya ia mengucapkan bismillah…”


5⃣ Berbaring dengan Tubuh Bagian Kanan.


💠 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’lah seperti wudhu’ mu ketika akan shalat, kemudian berbaringlah pada sisi kananmu.” 

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)


6⃣ Meletakkan Tangan Kanan di Bawah Pipi.


🔹 Shahabat Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu menuturkan, “Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam apabila telah berbaring di malam hari, maka beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya…” 

(HR. Al-Bukhari)


7⃣ Membaca Dzikir dan Do’a Tidur.


🔖 Ada beberapa do’a yang bisa dibaca ketika hendak tidur, di antaranya ialah:


📌 Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Naas. 

Mengumpulkan kedua tangan, meniup keduanya kemudian membaca tiga surat tersebut. Lalu mengusapkan kedua tangannya ke bagian tubuh yang bisa terjangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan tubuhnya bagian depan.”


📌 Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, yaitu ayat 285 dan 286. 

Anda akan dijaga dari kejahatan Syaithan dan lainnya.


📌 Membaca ayat kursi. 

Anda akan dijaga dari gangguan Syaithan hingga pagi hari.


🔖 Jangan lupa membaca do'a, "BISMIKA ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYA"


🔖 Dan ketika bangun membaca do'a, "ALHAMDULILLAHIL LADZI AHYANA BA'DA MA AMATANA WA ILAIHIN NUSYUR..


💧 ...Jadikan tidurmu bernilai ibadah... dan Selamat bermimpi indah...```


📖 _Sumber: Hadits-Hadits Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam_



*°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆°☆*

_*☆sampaikan kebahikan walau  hanya satu kalimat☆*_


*♥☆آللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّد*

Mari Membaca Al-Qur'an Walau Hanya 10 Ayat Tiap Harinya

Mari Membaca Al-Qur'an Walau Hanya 10 Ayat Tiap Harinya

💞 *KEUTAMAAN MEMBACA*

*AL-QUR'AN* 💞

بسم الله الرحمن الرحيم


1- Rasulullah ﷺ bersabda:

« افضل عبادة أمتي قراءة القرآن »

*Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca al Qur'an* <an Nashaih ad-Diniyyah: 201>


2- Imam Sufyan Tsauri ditanya, apakah seseorang yang berperang (berjihad) lebih engkau sukai atau orang yang mempelajari al-Qur'an? maka ia menjawab: "Orang yang mempelajari al-Qur'an, karena Nabi ﷺ bersabda:

« خيركم من تعلم القرآن وعلمه »

*Orang yang paling baik dari kalian adalah orang yang mempelajari al Qur'an dan mengajarkannya* <alManhaj asSawy: 102> keterangan senada di <an Nashaih ad Diniyah: 213> 


3- Dari Ubay ra., ia berkata: 

« الحصون ثلاثة: المسجد حصن، وذكر الله حصن، وقراءة القرآن حصن »

*Benteng itu ada tiga: masjid adalah benteng, dzikir kepada Allah adalah benteng dan membaca al Qur'an adalah benteng.* <alQirthás: 2: 1/25>


4- Rasulullah ﷺ bersabda:

« من قام بعشر آيات لم يكتب من الغافلين »

*Barang yang membaca sepuluh ayat dari al Qur'an, maka ia tidak dicatat sebagai orang yang lalai.* memberi pemahaman bahwa orang yang tidak melakukan hal tersebut, berarti ia termasuk orang yang lalai. <at Tibyán: 58>


5- Rasulullah ﷺ bersabda: 

« من قرأ القرآن ثم رأى أن أحدا أوتي أفضل مما أوتي فقد استصغر ماعظمه الله تعالى »

*Barang siapa membaca al Qur'an lalu melihat bahwa seseorang telah diberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yng diberikan kepadanya, berarti dia telah meremehkan sesuatu yang Allah Swt. agungkan* <al Ihyá: 1/247> 


6- Dikisahkan dari Abi Zaid Al-Qayrawani pengarang kitab "ar-Risalah" bahwa ia telah memberi kepada guru anaknya ketika mengajarkannya bagian dari al-Qur'an dengan seratus dinar, guru itu berkata: "Aku tidak melakukan sesuatu yang menjadikanku berhak mendapatkan ini semua wahai tuanku". Maka ia memindahkan anaknya dari guru itu kepada guru lain dan berkata: "Orang ini telah meremehkan alQur'an". <Tanbihul Mughtarin: 38>


7- Diceritakan dari Imam Ahmad bin Hambal, ia berkata: "Aku melihat Allah dalam mimpi, maka aku bertanya: "Apa jenis ibadah yang paling utama yang bisa mendekatkan seorang hamba kepada Mu?". Allah menjawab: "Dengan kalam Ku wahai Ahmad" Aku bertanya: "Membaca dengan disertai pemahaman atau tanpa pemahaman?". Allah menjawab: "Dengan disertai pemahaman atan tanpa pemahaman". <al Manhaj as Sawiy: 495> keterangan senada di <Syarhul Ainiyah: 53>


8- AlHafidz Imam Abu Amr bin Shalah berkata dalam kitab "Fatawa"nya: "Membaca al Qur'an adalah sebuah kemuliaan yang dengannya Allah muliakan manusia, telah ada sebuah riwayat yang menjelaskan bahwasanya para malaikat tidak diberikan hal tersebut, dan karena kemuliaan tersebut, mereka sangat rakus mendengarkannya dari manusia <al Manhaj as Sawi: 496> keterangan senada di <al Itqón: 1/103>  


9- Andaikan lisan Nabi Muhammad ﷺ tidak berucap dengan Al-Qur'an niscaya tidak ada seorang pun yang bisa membacanya walaupun satu ayat. <Tuhfatul Ahbab: 266> 


10- Ibnu Mas'ud berkata: 

إذا أردتم العلم فانثروا القرآن! فإن فيه علم الأولين و الآخرين.

*Bila kalian menginginkan ilmu maka sebarkanlah al Qur'an! Karena di dalamnya terdapat ilmu orang terdahulu dan ilmu orang akhir zaman.* <Dalilus Sailin: 507> 


11- Habib Abdullah Al-Haddad ra. mengatakan:

وواظبْ على درس القرآن فإن في ٭ تلاوته الإكسيرَ والشرح للصدر

Dan tekunilah mempelajari al Qur'an karena dalam Membacanya terdapat obat dan pelapang dada 

ألا إنه البحر المحيط وغيره ٭ من الكتب أنهار تمد من البحر

Ketahuilah bahwa ia adalah lautan yang luas dan kitab-kitab selainnya adalah sungai yang dialirkan dari laut itu

تدبَّرْ معانيهِ ورتِّله خاشعا ٭ تفوز من الأسرار بالكنز والذخْر 

Renungilah makna-maknanya dan bacalah dengan khusyu', maka engkau akan memperoleh rahasia-rahasia dari harta simpanan yang terpendam <alManhaj as Sawi: 496> keterangan senada di <ad-Durrul Mandzum: 231> 


12- Habib Muhammad bin Hasan Jamalullail mengatakan: 

إذا طهُر القلب لم يشبع من قراءة القرآن.

Jika hati telah bersih, maka ia tidak akan penah kenyang dari membaca al-Qur'an <alGhurar: 264> 


13- Habib Ali Alhabsyi mengatakan: 

*Aku heran dengan orang yang mengatakan: aku merasa sempit, aku merasa susah, sedangkan ia mempunyai al Qur'an.* <Kalamul Habib Alwy bin Syihab: 1/112> 


14- Sebagian Ulama' mengatakan: *Barang siapa ingin duduk bersama Allah, hendaknya ia membaca al Qur'an.* (atau yang semakna dengan pembahasan ini) 


15- Sayyidina Ja'far as-Shadiq berkata: *Barang siapa yang ingin diajak bicara oleh Allah, hendaknya dengan membaca al Qur'an dan barang siapa ingin bercakap dengan Allah, hendaknya dengan berdoa dan merendahkan dirinya dalam sujud.* (atau yang semakna dengan pembahasan ini)  


16- Kerap kali setan menguasai orang yang lalai sebab kelalaiannya dari mengingat Tuhannya, sebagaimana Allah Swt. telah berfirman:

«ومن يعشُ عن ذكر الرحمن نقيض له شيطٰنا فهو له قرين» ( الزخرف: ٤٣)

"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya."

Dan firman Allah:

«استحوذ عليهم الشيطٰن فأنسٰهم ذكر الله» ( الزخرف: ٣٦)

setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa akan mengingat Allah. <an Nashaih ad-Diniyah: 184> 


17- Jika telah tiba bulan Ramadhan, syekh Muhammad bin Hasan Jamalullail pergi ke masjidnya di daerah "Roughoh" dan penghuni masjid akan memberinya roti yang ia makan sebagiannya, dan sebagiannya ia sedekahkan kepada orang yang hadir dan bila tidak ada yang hadir, ia tinggalkan roti itu di suatu tempat. Setelah Ramadhan berlalu, mereka mendapatkan potongan roti di tempatnya, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu makan?". Ia menjawab: *Aku hanya makan dengan al-Qur'an*. <Kalâmul Habib Alwy bin Syihâb: 1/402> 


18- Abu Mu'awiyah al-Aswad adalah orang yang buta dan ia sangat senang membaca al-Qur'an. Dan jika membuka al-Qur'an, maka pandangannya dikembalikan hingga ia selesai dari membaca al-Qur'an, dan jika ia menutup al-Qur'an, matanya kembali menjadi buta, lalu ada yang berbisik dalam hatinya: "Tidaklah kami membutakan matamu karena kami pelit kepadamu, akan tetapi kami cemburu bila kamu melihat selain kami". <ar-Raudh al-Faiq: 151> 


19- [يثاب على قراءة القرآن] ولو بدون معرفة معناه، بخلاف غيره من الأذكار فإنه لايثاب عليه قارئه الا إذا عرف معناه ولو اجمالا، والأحاديث وباقي العلوم لايثاب عليها من حيث قراءة لفظها، وانما يثاب عليها من حيث تعليمها وتعلمها وكتابتها.

Akan diberi pahala atas bacaan al-Qur'an walaupun tanpa mengetahui maknanya. Berbeda dengan dzikir-dzikir, maka tidak diberikan pahalanya kecuali bila ia mengetahui maknanya walaupun secara global. Dan hadits-hadits serta ilmu-ilmu yang lain, tidak diberi pahala dari segi membaca lafadznya saja, dan sesungguhnya pahala itu diberikan dari segi ia mengajarkannya, mempelajarinya serta menulisnya. <alJawahir alLu'luiyah: 18>.

*_________________________*


*💯TAMBAHAN DALIL: 💯*


Berikut ini sejumlah keutamaan membaca Alquran dalam hadits-hadits Rasulullah, sebagaimana disarikan dari buku Majelis Ramadhan terbitan PT Gema Insani Press:    


*1. Hadits pertama*


Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Puasa dan Alquran memberi syafaat kepada Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, ''Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan dan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya. Dan Alquran pun berkata, ''Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah.'' (HR Ahmad)


*2. Hadits kedua*


Diriwayatkan dari Utsman bin Affan RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya (kepada orang lain).'' (HR Bukhari dan Muslim)


*3. Hadits ketiga*


Diriwayatkan dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Orang yang mahir membaca Alquran disertai duta-duta Allah (malaikat) yang mulia lagi baik-baik, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tergagap-gagap (karena belum pandai) lagi sangat payah membacanya maka ia memperoleh dua pahala.'' (HR Bukhari dan Muslim)


*4. Hadits keempat*


Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy'ari RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Sedangkan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran bagaikan kurma, tidak berbau tapi lezat rasanya.'' (HR Bukhari dan Muslim)


*5. Hadits kelima*


Dari Umamah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Bacalah Alquran, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela (pemberi syafaat) bagi orang yang mempelajari dan menaatinya.'' (HR Muslim)


*6. Hadits keenam*


Dari Uqbah bin Amir RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Apakah tidak senan seseorang dari kalian pergi ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua ayat Alquran, yang hal itu lebih baik baginya dari pada (berkurban) dua ekor kunta, dan tiga ayat lebih baik dari pada (berkurban) tiga ekor unta, empat ayat lebih baik daripada (berkurban) empat ekor unta dan seterusnya.” (HR Muslim).


*7. Hadits ketujuh*


Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Tiadalah berkumpul suatu kaum dalam baitullah (masjid) untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan pasti turun pasti turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikerumuni malaikat dan diingat Allah di depan makhluk yang sisi-Nya.'' (HR Muslim).


*8. Hadits kedelapan*


Dari Abdullah bin Mas'ud RA bahwa Nabi SAW bersabda, ''Alquran itu adalah jamuan dari Allah, karena itu terimalah jamuan ini semampumu. Sesungguhnya Alquran ini tali Allah yang kuat dan cahaya-Nya yang cemerlang, dan sebagai obat yang berguna. Dia adalah pegangan bagi orang-orang yang berpegang padanya dan keselamatan bagi orang-orang yang mengikutinya. Dan tidak pernah menyimpang sehingga perlu dilempangkan, tidak pernah bengkok sehingga perlu diluruskan, tidak pernah habis keajaiban-keajaibannya, dan tidak pernah lapuk karena banyaknya orang yang menolaknya. Bacalah ia, karena Allah akan memberimu pahala pada tiap-tiap hurup yang kamu baca sebanyak sepuluh hasanah (kebaikan), saya tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.'' (HR Hakim).


*🌐 SUMBER 1:* 

https://t.me/Ngajikitabfawaidulmukhtaroh

*🌐 SUMBER 2:*

https://m.republika.co.id/berita/q8inwa320/hadits-hadits-berikut-ini-menjelaskan-keutamaan-baca-alquran

*🌹Semoga Bermanfaat*

*┈┉┅━•❖📗🔰📘❖•━┅┉┈*

*📮Catatan Dakwah Islam*

*📤 Silahkan Share*