Kamis, 14 Januari 2021

AMALAN DI MALAM DAN HARI JUM'AT

AMALAN DI MALAM DAN HARI JUM'AT 


*1.) PERBANYAK MEMBACA SHALAWAT*


*๐Ÿ”Ž Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :*


ุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ุนَู„َู‰َّ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ูِู‰ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ِ ุฌُู…ُุนَุฉٍ ูَุฅِู†َّ ุตَู„ุงَุฉَ ุฃُู…َّุชِู‰ ุชُุนْุฑَุถُ ุนَู„َู‰َّ ูِู‰ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ِ ุฌُู…ُุนَุฉٍ ، ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุฃَูƒْุซَุฑَู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰َّ ุตَู„ุงَุฉً ูƒَุงู†َ ุฃَู‚ْุฑَุจَู‡ُู…ْ ู…ِู†ِّู‰ ู…َู†ْุฒِู„َุฉً


_“Banyaklah bersalawat kepada ku (Nabi Muhammad SAW) di setiap hari Jum’at, karena Sesungguhnya salawat umat ku akan ditampakkan kepada ku di setiap hari Jum’at. Maka siapa orang yang paling banyak bersalawat kepada ku, kelak dialah yang paling dekat tempatnya dengan ku pada hari kiamat.”_ *Riwayat Imam Baihaqi dengan sanad yang baik.*


◼Imam Syafi’i (w. 204 H) dalam Musnadnya meriwayatkan hadits dari Shafwan bin Salim bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda _“Jika (telah datang) hari jum’at atau malam jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat atas ku (Nabi Muhammad SAW)”_


◼Dalam Sunan Ad Daruquthni yang dikarang oleh Imam Al Musnid Abu Hasan Ali bin Umar (w. 385H) diriwayatkan dari Abu Hurairah (w. 59 H) bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :


ู…ู† ุตู„ู‰ ุนู„ูŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุซู…ุงู†ูŠู† ู…ุฑุฉ ุบูุฑ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุฐู†ูˆุจ ุซู…ุงู†ูŠู† ุณู†ุฉ ู‚ูŠู„ ูŠุงุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูƒูŠู ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ูŠูƒ ู‚ุงู„ ุชู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ุนุจุฏูƒ ูˆู†ุจูŠูƒ ูˆุฑุณูˆู„ูƒ ุงู„ู†ุจูŠ ุงู„ุฃู…ูŠ ูˆุชุนู‚ุฏ ูˆุงุญุฏุฉ


_“Barangsiapa yang bershalawat atas ku di hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, maka ampunan Allah atasnya (orang bersalawat) dosa-dosanya selama delapan puluh tahun. Dikatakan “Duhai Rasulullah Saw. bagaimana caranya bersalawat kepada engkau”, Nabi menjawab *Allahumma shalli ‘ala Muhammadin abdika wa nabiyyika wa rasulika nabbiyil ummiyyi* dan itu dihitung satu.”_ *Riwayat ini dinilai hasan oleh Imam Al Iraqi (w. 806 H).*


*2.) MEMBACA SURAT YASIN*


*๐Ÿ”Ž Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :*


ู…ู† ู‚ุฑุฃ ุณูˆุฑุฉ ูŠุณ ูˆุงู„ุตุงูุงุช ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฃุนุทุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุณุคู„ู‡


_“Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.”_ *(HR Abu Daud dari al-Habr)*


ูˆู‡ูŠ ู…ูƒูŠุฉ ، ูˆุฑูˆู‰ ู…ู‚ุงุชู„ ุจู† ุญูŠุงู† ، ุนู† ู‚ุชุงุฏุฉ ، ุนู† ุฃู†ุณ ، ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ู‚ุงู„ : ' ุฅู† ู„ูƒู„ ุดูŠุก ู‚ู„ุจุง ، ูˆุฅู† ู‚ู„ุจ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุณูˆุฑุฉ ูŠุณ ، ูˆู…ู† ู‚ุฑุฃ ุณูˆุฑุฉ ูŠุณ ุฃุนุทุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุซูˆุงุจ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุนุดุฑ ู…ุฑุงุช .


_“Surat Yasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota Mekkah), Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam bersabda, *'Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati, sedang hati Al-Quran adalah surat yasin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran'”*._ *( Tafsiir as-Sam’aani IV/265 ).*


*3.) MEMBACA SURAT AL-KAHFI*


Kesunnahan membaca surat al-Kahfi tersebut diterangkan dalam beberapa hadits :


ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْูƒَู‡ْูِ ูِู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَุถَุงุกَ ู„َู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ู†ُّูˆุฑِ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุชَูŠْู†ِ


_"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”_ *(HR. An Nasa’i dan Baihaqi)*


ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْูƒَู‡ْูِ ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَุถَุงุกَ ู„َู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ู†ُّูˆุฑِ ูِูŠู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ْุจَูŠْุชِ ุงู„ْุนَุชِูŠู‚ِ


_"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.”_ *(HR. Ad Darimi)*


Merujuk pada dua hadis di atas, Rasulullah menganjurkan untuk membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Orang yang membiasakannya, wajahnya akan bersinar.


Wallahu a'lam bishawab.


#grup motivasi hijrah

Selasa, 05 Januari 2021

Katakan Aku Tidak Tahu

 ๐Ÿ“Œ *Katakan Aku Tidak Tahu*


*Telegram:* http://t.me/Manhaj_salaf1

*Grup WA:* https://kontakk.com/wa/Admin_MS2




✍๐Ÿป Oleh Ustadz Berik Said hafizhahullah


Diantara yang membinasakan kita adalah kita seringkali memaksakan diri ikut menjawab atau mengomentari persoalan terkait agama yang  sebenarnya belum memahami dengan benar masalah tersebut. Janganlah meremehkan masalah ini. *Ingat berbicara atau berkomentar masalah agama yang kita belum mengetahuinya maka ini termasuk sebesar-besarnya dosa dan seharam-haramnya perbuatan.*


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


ูˆَู„َุง ุชَู‚ْูُ ู…َุง ู„َู€ูŠْุณَ ู„َู€ูƒَ ุจِู‡ٖ ุนِู„ْู…ٌ ۗ ุงِู†َّ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุง ู„ْุจَุตَุฑَ ูˆَุง ู„ْูُุคَุงุฏَ ูƒُู„ُّ ุงُูˆู„ٰุٓฆِูƒَ ูƒَุง ู†َ ุนَู†ْู‡ُ ู…َุณْุฆُูˆْู„ًุง


_"Dan *janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui.* Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya"._ (QS. Al-Isra': 36)


*Belajarlah untuk mengatakan "Aku Tidak Tahu, Wallahu A'lam".*


Jangan kalian mengira seseorang yang menjawab persoalan dengan jawaban “Saya belum tahu, Wallahu a’lam“ itu berarti menunjukkan bahwa ia adalah orang bodoh, *justru jawaban itu menunjukkan dia seorang yang alim.* Dan orang alim itu justru orang yang saat ditanya tentang persoalan terutama masalah agama yang dia belum mengetahuinya, maka ia bukannya memaksakan diri menjawab seenaknya, tetapi dia berani menyatakan "Aku Tidak Tahu, Wallahu A'lam", bahkan ini *jawaban orang berilmu.*


Siapa yang meragukan keilmuan Imam Malik  rahimahullah ? Tentu tidak ada seorangpun di kolong langit ini yang meragukan kedalam ilmu agama Imam Malik rahimahullah. Tetapi coba perhatikan apa yang dikisahkan oleh seorang murid Imam Malik rahimahullah yang bernama Al-Haitsam bin Jamil rahimahullah berikut:


ุดَู‡ِุฏْุชُ ู…َุงู„ِูƒَ ุจْู†َ ุฃَู†َุณٍ ุณُุฆِู„َ ุนَู†ْ ุซَู…َุงู†ٍ ูˆَุฃَุฑْุจَุนِูŠู†َ ู…َุณْุฃَู„َุฉً ูَู‚َุงู„َ ูِูŠ ุงุซْู†َุชَูŠْู†ِ ูˆَุซَู„َุงุซِูŠู†َ ู…ِู†ْู‡َ  ู„َุง ุฃَุฏْุฑِูŠ


_"Aku menyaksikan Malik bin Anas rahimahullah pernah ditanyakan 48 pertanyaan, maka *32 pertanyaan dijawab dengan jawaban, "Aku tidak tahu!".*_ (At Tamhid I:731. Atsar ini berderajat shahih). Periksa dalam https://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=356062


Dari kisah di atas kita tahu, Imam Malik rahimahullah sebagai pakar hadist yang sangat handal dan ahli fiqh yang amat mumpuni, ternyata saat ditanya tentang hukum agama dari 48 pertanyaan yang diajukan, maka beliau hanya bisa menjawab 16 pertayaan sementara 32 pertanyaan beliau jawab dengan "Aku Tidak Tahu".


Dalam versi lainnya diceritakan ada seseorang yang sengaja jauh-jauh melakukan perjalan menemui Imam Malik rahimahullah untuk menanyakan berbagai persoalan agama. Setelah bertemu dengan beliau, laki-laki itu menanyakan 40 masalah agama. Ternyata Imam Malik rahimahullah hanya bisa menjawab 5 pertanyaan, sementara yang *35 pertanyaan lainnya beliau jawab dengan jawaban singkat, "Aku Tidak Tahu".*


Agaknya lelaki ini keheranan bagaimana orang sekelas Imam Malik rahimahullah justru banyak menjawab persoalan agama dengan jawaban "Aku Tidak Tahu. Maka, segerah lelaki ini berkata:


ุฌุฆุชูƒ ู…ู† ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง، ูˆุชู‚ูˆู„: (ู„ุง ุฃุฏุฑูŠ)، 


_"Aku datang jauh-jauh, namun jawab engkau, "Aku Tidak Tahu"._


Maka Imam Malik rahimahullah menjawab dengan tegas:


ู†ุนู…، ุงุฑูƒุจ ุฑุงุญู„ุชูƒ، ูˆู‚ู„ ู„ู„ู†ุงุณ: ุณุฃู„ุช ู…ุงู„ูƒًุง؟ ูˆู‚ุงู„: (ู„ุง ุฃุฏุฑูŠ)


_"Ya, silahkan kamu kembali, kendarai kendaraanmu dan sampaikan pada orang lain bahwa aku telah bertanya kepada Malik rahimahullah, namun jawaban beliau, *"Aku Tidak Tahu".*_ (Siyaar A’laamun Nubalaa VIII:77)


Maa Syaa Allah, bayangkan, sekelas beliau tidak merasa gengsi atau berlagak sok tahu, padahal beliau adalah gudangnya ilmu. Bandingkan dengan kita, yang tiba-tiba seakan kita hanya dalam waktu dua atau tiga bulan hijrah saja sudah menjadi ahli dalam bidang Jarh wa ta’dil, hadits, fiqh, tafsir dan segudang cabang ilmu syari’at lainnya, semuanya kita komentari  seakan kita faham semua. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.


Maka, *belajarlah diam dan belajarlah menyatakan, "Aku Tidak Tahu" dalam perkara-perkara yang memang kita merasa belum mampu memahaminya.* Jangan Takalluf (memaksakan diri) agar dianggap berwawasan luas, maka semuanya kita komentari tanpa ilmu yang memadai.


Ujung dari kenekatan semacam ini pada akhirnya seringkali Syubhat dijawab dengan Syubhat lagi. *Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.*


ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…


https://dakwahmanhajsalaf.com/2019/04/katakan-aku-tidak-tahu.html


•┈┈•••○○❁๐ŸŒป๐Ÿ’ ๐ŸŒป❁○○•••┈┈•


Mau dapat Ilmu ?

Mari bergabung bersama *GROUP MANHAJ SALAF*


๐Ÿ“ฎ *Telegram:* http://t.me/Manhaj_salaf1

๐ŸŽฅ *Youtube:* http://youtube.com/ManhajSalafTV

๐Ÿ“ฑ *Group WhatsApp:* wa.me/6289665842579

๐Ÿ“ง *Twitter:* http://twitter.com/ittibarasul1

๐ŸŒ *Web:* dakwahmanhajsalaf.com

๐Ÿ“ท *Instagram:* http://Instagram.com/ittibarasul1

๐Ÿ‡ซ *Facebook:* http://fb.me/ittibarasul1


Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. ุขู…ِูŠู†َ.


๐Ÿ’ฐ *Donasi Dakwah Manhaj Salaf*

๐Ÿง *BRI* 606001022137538 (Kode Bank *002*)

๐Ÿ’ณ *BSM* 7146027592 (Kode Bank *451*)

Semua a/n Crismey Sugiarti

๐Ÿ“ฑ Konfirmasi WA 085712246639

Minggu, 03 Januari 2021

KEUTAMAAN ORANG YANG MENUNJUKKAN KEPADA KEBAIKAN

 ✍️ *KEUTAMAAN ORANG YANG MENUNJUKKAN KEPADA KEBAIKAN*


๐Ÿ‘ค _*Oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA.*_


ูˆุนَู†ْ ุงุจู† ู…َุณْุนُูˆْุฏٍ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงَู„َ: ู‚ุงَู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… : “ู…َู†ْ ุฏَู„َّ ุนَู„َู‰ ุฎَูŠْุฑٍ، ูَู„َู‡ُ ู…ِุซْู„ُ ุฃَุฌْุฑِ ูุงَุนِู„ِู‡ِ.” ุฃَุฎْุฑَุฌَู‡ُ ู…ُุณْู„ِู…ٌ


Dari shahฤbat Ibnu Mas’ลซd radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasลซlullฤh ๏ทบ bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka bagi dia pahala yang orang yang mengerjakan kebajikan tersebut.” (HR. Muslim)


Hadits ini adalah hadits yang agung, yang menjelaskan tentang keutamaan memberi petunjuk/kebaikan kepada orang lain. Di sini Rasลซlullฤh ๏ทบ bersabda,


ู…َู†ْ ุฏَู„َّ ุนَู„َู‰ ุฎَูŠْุฑٍ


“Barangsiapa yang menunjukkan akan kebaikan.”


Kalau kita perhatikan konteksnya adalah konteks persyaratan, “Barangsiapa… maka…” Ini namanya konteks persyaratan. Barangsiapa menunjukkan pada kebaikan maka… Jawabannya,


ูَู„َู‡ُ ู…ِุซْู„ُ ุฃَุฌْุฑِ ูุงَุนِู„ِู‡ِ


“Bagi dia seperti pahala orang yang mengerjakannya.”


Di sini memberikan faidah keumuman:


* *Man (ู…ู†), artinya siapa saja*


Yaitu siapa saja yang menunjukkan kepada kebaikan. Jadi siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, baik orangtua atau anak muda, seorang ustadz atau bukan, yang penting dia bisa menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Maka dia akan mendapatkan pahala seperti yang diamalkan oleh orang yang mengamalkan kebaikan tersebut.


* *Khayrin (ุฎูŠْุฑٍ), artinya kebaikan.*


Di sini, kebaikan datang dalam bentuk nakirah dan dalam konteks jumlah syarthiyyah (kalimat syarat), maka memberikan faidah keumuman. Artinya, barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan apapun, maka mencakup kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.


Kalau kita perhatikan hadits ini dari teks lengkapnya di dalam Shahฤซh Muslim, kita akan dapati bahwa hadits ini datang dalam bentuk masalah kebaikan duniawi, yaitu


ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู…َุณْุนُูˆุฏٍ ุงู„ุฃَู†ْุตَุงุฑِูŠِّ ู‚َุงู„َ ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„َ ุฅِู†ِّูŠ ุฃُุจْุฏِุนَ ุจِูŠ ูَุงุญْู…ِู„ْู†ِูŠ ูَู‚َุงู„َ ู…َุง ุนِู†ْุฏِูŠ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู†َุง ุฃَุฏُู„ُّู‡ُ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ูŠَุญْู…ِู„ُู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…َู†ْ ุฏَู„َّ ุนَู„َู‰ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„َู‡ُ ู…ِุซْู„ُ ุฃَุฌْุฑِ ูَุงุนِู„ِู‡ِ


Dari Ibnu Mas’ลซd Al-Anshฤriy radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Datang seorang lelaki kepada Nabi ๏ทบ, kemudian lelaki ini berkata, “Yฤ Rasลซlullฤh, sesungguhnya tungganganku (ontaku) tidak bisa lagi aku naiki maka berilah tunggangan bagiku.” Jawab Rasลซlullฤh ๏ทบ, “Aku tidak memiliki tunggangan yang bisa aku berikan kepadamu.” Tiba-tiba ada seorang lelaki mengatakan, “Yฤ Rasลซlullฤh, aku bisa menunjukkan kepada orang ini terhadap orang yang bisa memberikan tunggangan kepada dia.” Maka Rasลซlullฤh ๏ทบ mengatakan, “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, baginya seperti pahala orang yang melakukannya.”


Perhatikan bahwa hadits ini berkaitan dengan kebaikan dunia, di mana ada orang yang tidak memiliki tunggangan dan dia minta tolong kepada Nabi ๏ทบ agar diberi tunggangan.  Rasลซlullฤh ๏ทบ mengatakan, “Aku tidak memiliki tunggangan untuk aku berikan kepadamu.” Ada lelaki (shahฤbat) lain mengatakan, “Saya bisa menunjukkan ada orang yang bisa memberikan dia tunggangan.”


Orang yang menunjukkan itu juga tidak memiliki tunggangan. Tetapi dia bisa menunjukkan “donatur” yang memiliki tunggangan yang bisa dipakai oleh orang yang minta tunggangan tadi. Ternyata, berdasarkan hadits ini, dia juga mendapat pahala sebagaimana “donatur” tadi. Si “Donatur” mendapat pahala karena memberikan tunggangan kepada lelaki yang minta tunggangan, sementara si penunjuk ini mendapatkan pahala karena menunjukkan kepada “donatur” tersebut.


Subhanallรฃh, betapa besar karunia Allรฃh ๏ทป dan betapa luas rahmat Allรฃh ๏ทป. Lelaki ini tidak punya uang/kemampuan/tunggangan, namun dia hanya menunjukkan kepada orang yang punya tunggangan. Ternyata kata Nabi ๏ทบ, dia juga berpahala sebagaimana orang yang memiliki tunggangan untuk diberikan kepada orang lain. Padahal ini berkaitan dengan masalah kebaikan dunia (masalah memberikan tunggangan kepada orang lain), bagaimana lagi jika permasalahannya adalah masalah akhirat?


Misalnya seseorang yang menunjukkan kepada orang lain,  seorang ustadz yang bisa mengajarkan bagaimana belajar shalat yang benar, bagaimana beraqidah yang benar, dan sebagainya. Orang yang menunjukkan itu mungkin tidak mampu menjadi ustadz yang bisa menjelaskan tentang ‘aqฤซdah dan fiqih, tetapi dia menunjukkan dimana tempat ustadz. Maka sebagaimana sahabat yang menunjukkan tempat “donatur” dalam hadits tadi, ia pun juga berpahala.


Contoh lain, wallahu a’lam, jika seseorang membuat iklan/pemberitahuan, membagikan (share) informasi di mana tempat kajian sehingga ada orang lain yang tahu tempat kajian tersebut karena membaca iklan yang di-share tadi, kemudian mereka datang ke pengajian, Insya Allah dia juga mendapatkan pahala karena menunjukkan kepada kebaikan.


Dari sini kita juga bisa tahu betapa luar biasanya keutamaan dakwah biasa. Jika orang-orang mendapatkan petunjuk karena dakwah seorang da’i, maka da’i tersebut juga mendapatkan pahala. Semakin banyak orang yang mendapat hidayah karena dia, maka akan semakin banyak pahala yang akan dia peroleh.


Para ulama menyebutkan bahwasanya para shahฤbatlah adalah generasi terbaik, karena mereka adalah para da’i (dลซ’ฤt ilallฤh). Tidak peduli apapun pekerjaan mereka, semuanya bersepakat dalam satu perkara, yaitu mereka sama-sama berdakwah di jalan Allรฃh bersama Rasลซlullฤh ๏ทบ.


Oleh karenanya, Nabi ๏ทบ mengatakan,


ู‚ُู„ْ ู‡َุฐِู‡ِ ุณَุจِูŠู„ِูŠ ุฃَุฏْุนُูˆ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَู„َู‰ ุจَุตِูŠุฑَุฉٍ ุฃَู†َุง ูˆَู…َู†ِ ุงุชَّุจَุนَู†ِูŠ


“(Katakanlah) Ini adalah jalanku, aku menyeru kepada Allรฃh diatas ilmu, aku dan bersama-sama orang yang mengikutiku.” (QS. Yลซsuf 108)


Oleh karenanya, para shahฤbat yang mengikuti Nabi ๏ทบ, mereka juga berdakwah di jalan Allรฃh ๏ทป. Semoga Allรฃh menjadikan kita semua adalah para da’i yang menyeru pada kebaikan, baik yang memberikan materi ataupun yang menunjukkan kepada lokasi-lokasi pengajian.



Baca lebih banyak di: https://firanda.com/4479-kitabul-jami-bab-2-hadits-13-keutamaan-orang-yang-menunjukkan-kepada-kebaikan.html



*OFFICIAL MEDIA*

๐ŸŒ Web | Firanda.com

๐Ÿ“น Youtube : youtube.com/firandaandirja

๐Ÿ“บ Instagram : instagram.com/firanda_andirja_official

๐Ÿ“  Telegram : t.me/firanda_andirja

๐ŸŽ™️ Twitter : twitter.com/firanda_andirja

๐Ÿ“ฑ Facebook : facebook.com/firandaandirja

๐Ÿ”Š Soundcloud : soundcloud.com/firanda-andirja

MUTIARA NASEHAT

 *MUTIARA NASEHAT*



*۩ ุงَู„ู„ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏ ۩*



*KELAK SEMUA ORANG PASTI MENYESAL*


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡


Simaklah hadits mulia ini,


Nabi shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:


ู…َุง ู…ِู†ْ ุฃَุญَุฏٍ ูŠَู…ُูˆุชُ ุฅِู„َّุง ู†َุฏِู…َ 


"Tidak ada seorangpun yang meninggal dunia kecuali pasti menyesal."


ู‚َุงู„ُูˆุง : ูˆَู…َุง ู†َุฏَุงู…َุชُู‡ُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ؟ 


Para sahabat bertanya: "Apa penyesalan mereka, wahai Rasulullah?"


Beliau menjawab:


ุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู…ُุญْุณِู†ًุง ู†َุฏِู…َ ุฃَู†ْ ู„َุง ูŠَูƒُูˆู†َ ุงุฒْุฏَุงุฏَ ، ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู…ُุณِูŠุฆًุง ู†َุฏِู…َ ุฃَู†ْ ู„َุง ูŠَูƒُูˆู†َ ู†َุฒَุนَ


"Jika dia orang yang berbuat kebaikan akan menyesal kenapa tidak memperbanyak kebaikannya. Dan jika dia orang yang berbuat keburukan akan menyesal kenapa tidak berhenti dari keburukannya."

[HR. At Tirmidzi]


Sedekah adalah salah satu contoh kelak yang akan disesali setiap hamba-NYA karena mereka diberitahu akan manfaat dan faedahnya. Jika seorang hamba  bisa dihidupkan kembali dari kematian yang dia alami, seraya dia akan banyak bersedekah. 


Semoga ALLAH Selalu menuntun kita untuk berbuat kebaikan...

Dan menjauhkan kita dari segala perbuatan buruk/Dosa Aamiin...



*IKATLAH ILMU DENGAN MENCATAT ✍๐Ÿป*

8 JENIS REZEKI DARI ALLAH

 8 JENIS REZEKI DARI ALLAH*


*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*


‎ูˆَู…َุง ู…ِู† ุฏَุงุจَّุฉٍ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฑِุฒْู‚ُู‡َุง ูˆَูŠَุนْู„َู…ُ ู…ُุณْุชَู‚َุฑَّู‡َุง ูˆَู…ُุณْุชَูˆْุฏَุนَู‡َุง ูƒُู„ٌّ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจٍ ู…ُّุจِูŠู†ٍ 

"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."

(Surah Hud : 6). 


*2. Rezeki Karena Usaha.*


‎ูˆَุฃَู† ู„َّูŠْุณَ ู„ِู„ْุฅِู†ุณَุงู†ِ ุฅِู„َّุง ู…َุง ุณَุนَู‰

"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."

(Surah An-Najm : 39). 


*3. Rezeki Karena Bersyukur.*


‎ู„َุฆِู† ุดَูƒَุฑْุชُู…ْ ู„َุฃَุฒِูŠุฏَู†َّูƒُู…ْ ูˆَู„َุฆِู† ูƒَูَุฑْุชُู…ْ ุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจِูŠ ู„َุดَุฏِูŠุฏٌ

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."

(Surah Ibrahim : 7). 


*4. Rezeki Tak Terduga.*


‎ูˆَู…َู† ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ ู„َّู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง( ) ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ

"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

(Surah At-Thalaq : 2-3).


*5. Rezeki Karena Istighfar.*


‎ูَู‚ُู„ْุชُ ุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุบَูَّุงุฑًุง ( ) ูŠُุฑْุณِู„ِ ุงู„ุณَّู…َุงุกَ ุนَู„َูŠْูƒُู… ู…ِّุฏْุฑَุงุฑًุง

"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”

(Surah Nuh : 10-11).


*6. Rezeki Karena Menikah.*


‎ูˆَุฃَู†ูƒِุญُูˆุง ุงู„ْุฃَูŠَุงู…َู‰ٰ ู…ِู†ูƒُู…ْ ูˆَุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِูƒُู…ْ ูˆَุฅِู…َุงุฆِูƒُู…ْ ุฅِู† ูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง ูُู‚َุฑَุงุกَ ูŠُุบْู†ِู‡ِู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู† ูَุถْู„ِู‡ِ

"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."

(Surah An-Nur : 32). 


*7. Rezeki Karena Anak.*


‎ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุชُู„ُูˆุง ุฃَูˆْู„َุงุฏَูƒُู…ْ ุฎَุดْูŠَุฉَ ุฅِู…ْู„َุงู‚ٍ ู†َّุญْู†ُ ู†َุฑْุฒُู‚ُู‡ُู…ْ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”

(Surah Al-Israa' : 31).


*8. Rezeki Karena Sedekah*


‎ู…َّู† ุฐَุง ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُู‚ْุฑِุถُ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฑْุถًุง ุญَุณَู†ًุง ูَูŠُุถَุงุนِูَู‡ُ ู„َู‡ُ ุฃَุถْุนَุงูًุง ูƒَุซِูŠุฑَุฉً

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”

(Surah Al-Baqarah : 245).



*Semoga  bermanfaat*

KARENA APA ENGKAU MENANGIS...?

 ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…



KARENA APA ENGKAU MENANGIS...?

_________________________________๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Menangis merupakan bukti yang menunjukkan ketakwaan hati, ketinggian jiwa, kesucian sanubari dan kelembutan perasaan...


Menangis karena Allah terjadi manakala seorang hamba melihat kelalaian pada dirinya, atau merasa takut akan kesudahannya yang buruk...


Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya berkata, Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda :


ุซَู„َุงุซَุฉٌ ู„ุงَ ุชَุฑَู‰ ุฃَุนْูŠُู†ُู‡ُู…ُ ุงู„ู†َّุงุฑَ: ุนَูŠْู†ٌ ุญَุฑَุณَุชْ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ, ุนَูŠْู†ٌ ุจَูƒَุชْ ู…ِู†ْ ุฎَุดْูŠَุฉِ ุงู„ู„ู‡ِ, ูˆَุนَูŠْู†ٌ ุบَุถَّุชْ ุนَู†ْ ู…َุญَุงุฑِู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ


"Tiga golongan yang mata mereka tidak akan melihat Neraka, mata yang berjaga-jaga di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang menundukkan pandangannya dari apa yang diharamkan oleh Allah."_ (HR. Ath-Thabrani, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.1231)


Wahai Saudaraku...

Air mata apakah yang selalu menetes darimu...?


Pernahkah air mata ini menetes karena takut dan harap kepada Allah…?

Pernahkah air mata ini menetes karena sangat rindu ingin bertemu dengan Rasulullah…?


Pernahkah air mata ini menetes karena dosa-dosa dan maksiat yang telah dilakukan…?

Pernahkah air mata ini menetes karena takut orang tua nantinya diazab Allah…?


Pernahkah air mata ini menetes karena takut akan su’ul khatimah…?

Pernahkah air mata ini menetes karena memikirkan siksa kubur…?


Pernahkah air mata ini menetes karena memikirkan Surga dan Neraka Allah…?

Pernahkah air mata ini menetes karena banyaknya waktu yang terbuang sia-sia…?


Pernahkah air mata ini menetes karena banyaknya ilmu yang belum diketahui…?

Pernahkah air mata ini menetes karena banyaknya ilmu yang belum diamalkan…?


Pernahkah air mata ini menetes karena jarangnya harta yang dikeluarkan untuk sedekah…?

Pernahkah air mata ini menetes karena jarangnya hadir di berbagai majelis taklim…?


Pernahkah air mata ini menetes karena kehilangan shalat tahajjud di malam hari…?

Pernahkah air mata ini menetes karena kehilangan shalat dua raka’at sebelum shubuh…?


Pernahkah air mata ini menetes karena kehilangan shalat berjamaah di masjid…?

Pernahkah air mata ini menetes karena melihat penderitaan kaum muslimin di tempat lain…?


Wahai Saudaraku...

Menangislah sebelum menyesal, sebab perjalanan sangatlah jauh dan bekal hanya sedikit...


Datangilah majelis tangis...

majelis yang mengingatkan akan negeri akhirat...

majelis yang dapat menyuburkan iman dan takwa...

majelis yang didalamnya dibacakan ayat-ayat Allah... majelis yang dibacakan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam... yang semua itu menyebabkan air matamu berlinang dan hati ini tunduk, bergetar serta takut kepada Allah 'Azza wa Jalla...


Ya Allah, jadikanlah tangisan kami di atas ridho-Mu yang dapat mendatangkan ampunan...


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

๐Ÿ“ƒ Channel Cahaya Sunnah


✒ Editor : Admin Asy-SyamilCom


Repost Team Admin


๐Ÿ“—๐Ÿ“–.......................✍๐Ÿป


Ⓜ️edia *Sunnah Nabi

10 MUTIARA YANG DIAMBIL MALAIKAT JIBRIL, SETELAH RASULULLAH WAFAT

 ╔•♡♡♡═══❁﷽❁═══•๐ŸŒน•╗

   *แŽชแšแ”แŽชแ“แŽช (ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ูˆุงู„ุฌู…ุงุนุฉ)*

╚•๐ŸŒน•═══════════♡♡♡•╝


ุงู„ْุณَّู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒู€ُู… ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„َّู€ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُุฉ


๐Ÿ–‹️ *10 MUTIARA YANG DIAMBIL MALAIKAT JIBRIL, SETELAH RASULULLAH WAFAT*

  ‌▬▬▬▬۩๐Ÿ”ฐ๐Ÿ’ž๐Ÿ”ฐ۩▬▬▬▬


*Di dalam Nurul Absor diceritakan suatu saat dalam kondisi sakit, baginda Rasulullah ๏ทบ., bertanya kepada malaikat Jibril,* _*“Wahai Jibril, akankah engkau masih turun ke bumi setelah aku tiada?”*_

*Mendengar pertanyaan Baginda nabi, dengan santun malaikat Jibril manjawab,* _*“Masih, Ya Rasulullah. Aku masih akan turun ke bumi untuk mengambil 10 mutiara peninggalanmu.”*_

*Mendengar jawaban Jibril, Baginda bertanya kembali,*  _*“Apa 10 mutiara yang kau ambil itu?”*_

*Kemudian malaikat Jibril menjelaskan satu persatu.*

*Pertama*

*Al-awwal arfa’u al-barakah min al-ardhi,*

_*"aku akan mengangkat barokah dari bumi."*_


*Barokah* ```itu adalah``` *ziyadatul khair,* ```bertambah kebaikan. Ketika``` *barakah* ```diangkat dari bumi maka kemudian yang akan terjadi, hilang keberkahan semua.```

```Hilang keberkahan pada rizki, sehingga orang pada mengeluh dari apa yang diterimanya, padahal sesungguhnya ketika rizki``` *barakah* ``` pasti akan mencukupi. Hilanglah``` *barakah* ```dari ilmu, sehingga banyak orang yang berilmu dengan gelar berderet-deret tapi tidak menambah ke-tawadhu’-an, justru menambah ketakaburan kesombongan merasa diri paling benar . Ini karena keberkahan diangkat dari ilmunya.```


*Mutiara kedua* ```yang diambil dari``` malaikat Jibril . 

*Arfa’u al-mahabbah min qulubi al-khalqi,*

_*"aku akan mengangkat rasa cinta di hati manusia."*_


``` Ketika``` *mahabbah, rasa cinta* ```pada manusia itu sudah diambil, jadilah manusia itu banyak yang  saling memusuhi , saling  curiga, saling menyalahkan. Antara suku ini dan suku itu. Mereka saling berperang, karena rasa cinta diambil dari hati mereka.```


*Mutiara yang ketiga,* ```yang akan diambil oleh``` malaikat Jibril.

*Arfa’u al-syafaqota min qulubi al-aqorib,*

_*"aku akan mengangkat kasih sayang dari hati keluarga-keluarga, kerabat-kerabat."*_


```Sehingga ketika```  *kasih sayang* ```ini diangkat dari para kerabat, maka kekeluargaan diantara mereka semakin menipis, dan lama-lama akan menjadi hilang. Orang tua mencampakkan anaknya, anak menuntut orang tuanya. Bahkan karena perkara-perkara sepele, tidak jarang diantara mereka saling bunuh karena``` *kasih sayang* ```telah diangkat dari hati mereka.```


*Mutiara keempat* ```yang diangkat oleh``` malaikat Jibril.

*Arfa’u al-‘adl min al-umara,*

_*"aku akan mengangkat keadailan dari hati para pemimpin."*_


```Ketika``` *keadilan* ``` ini sudah diangkat dari hati pemimpin, maka terjadilah kemudian ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Ketidakadilan di bidang ekonomi, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Fasilitas yang dibangun dengan biaya mahal, namun hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ketimpangan di bidang  politik, ketimpangan dibidang hukum. Sehingga hukum diterapkan tidak seimbang, tajam ke bawah tumpul ke atas.``` *Kenapa?* ```Karena``` *keadilan* ```telah diangkat diambil dari hati para pemimpin.```


*Mutiara yang kelima,* ```kata``` malaikat Jibril.

*Arfa’u al-haya min an-nisa’,*

_*"aku akan mengangkat rasa malu pada wanita-wanita."*_


```Ketika``` *rasa malu* ```ini sudah diangkat, jadilah kemudian wanita-wanita itu tidak punya malu lagi mengumbar-umbar aurat di mata umum. Bahkan kemaksiatan mereka tidak malu lagi untuk disebar-sebarkan, kenapa demikian? Karena``` *rasa malu* ```sudah diangkat dari hati mereka. Padahal sesungguhnya``` *al-hayya’u min al-iman, rasa malu sebagian dari iman.* ```Ketika seseorang tidak punya``` *rasa malu* ``` lagi, bisa jadi, iman telah hilang dari hati mereka.``` *Naudzubillah tsumma naudzubillah.*


*Mutiara keenam* ```yang akan diambil diangkat oleh``` malaikat Jibril. 

*Arfa’u al-shabra min al-fuqara,*

_*"aku akan mengangkat kesabaran dari orang-orang faqir,"*_


```orang-orang miskin. Ketika``` *kesabaran* ``` ini sudah diangkat dari hati mereka, jadilah mereka tidak bisa menerima ujian ุงَู„ู„ّู‡ُ dari kefaqiran dan kemiskinan  itu. Sehingga mereka dengan cara apapun mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tidak berpikir apakah ini baik, ataukah itu buruk. Mereka tidak berpikir apakah ini halal atau haram. Bagi mereka, asalkan kebutuhan hidupku tercukupi, persetan dengan semuanya, karena kesabaran telah diangkat dari hati mereka.```


*Mutiara ketujuh* ```yang akan diambil oleh``` malaikat Jibril.

*Arfa’u wara’a wa zuhda min al-Ulama,*

_*"aku akan mengangkat sifat wara’ dan zuhud dari para ulama."*_


*Wara’* ```adalah``` *sifat kehatian-hatian* ```dari barang yang``` *syubhat,* ```apalagi barang yang haram. Sementara``` *zuhud* ```adalah sifat tidak mementingkan dunia. Sehingga ketika sifat``` *wara’ dan zuhud* ```ini diangkat dari para ulama, mereka tidak segan-segan berebut dunia , tahta, kuasa. Padahal dalam al-Qur’an, ukuran ulama;```


ุฅู†ู…ุง ูŠุฎุดู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ุนู„ู…ุงุก


_*“Sesungguhnya yang paling takut dengan ุงَู„ู„ّู‡ُ diantara hamba-hamba-Nya itu adalah Ulama.”*_


```Takutnya kepada ุงَู„ู„ّู‡ُ. Ulama tidak boleh takut``` *“tidak menjadi ini dan itu”.* ```Penting jika sifat``` *zuhud* dan *wara’* ``` ini masih ada di hati mereka. ``` *Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari* ```ini pernah ditawari jabatan, beliau selalu menolak. Bahkan konon yang ditawari menjadi presiden itu``` *Hadratussyaikh,* ```tetapi dengan santun beliau menolak tidak berkenan. Karena sifat``` *wara’ dan zuhud* ```beliau.```


*Mutiara kedelapan* ```yang akan diambil oleh``` malaikat Jibril.

*Arfa’u al-syakha min al-aghniya,*

_*"aku akan mengangkat sifat dermawan dari orang-orang kaya."*_


```Sehingga ketika``` *kedermawanan* ``` ini diangkat dari orang kaya, maka mereka akan mengambil hartanya tanpa peduli siapa yang ada di sekitarnya. Tanpa peduli ada orang yang memerlukan pertolongannya. Bagi mereka tidak penting, karena``` *dermawanan* ```sudah diangkat dihati orang-orang kaya.```


*Mutiara kesembilan* ```yang akan diangkat oleh``` malaikat Jibril.

*Arfa’u al-Qur’an,*

_*"aku akan mengangkat al-Quran."*_


```Yang diangkat adalah``` *ruh al-Quran itu,* ```sehingga``` *al-Quran* ```hanya menjadi sekedar tulisan yang dibaca tanpa ada makna, tanpa ada pengamalan, karena ruhnya sudah dicabut. Sehingga``` *Al-Quran* ```tidak lagi menjadi panduan hidup bagi seorang muslim.```


```Suatu saat baginda``` nabi ๏ทบ ```bersabda;```


ุณูŠุฃุชูŠ ุฒู…ุงู†ٌ ุนู„ู‰ ุฃู…ุชูŠ ู„ุง ูŠุจู‚ู‰ ู…ู† ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฅู„ุง ุงุณู…ู‡، ูˆู…ู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุฅู„ุง ุฑุณู…ู‡، ูˆู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฅู„ุง ุญุฑูู‡…ุฃู„ุฎ


_*“Kelak akan datang suatu zaman dimana tidak akan tersisa Islam kecuali namanya, iman kecuali hanya tulisannya, al-Quran kecuali hanya hurufnya.”*_


```Artinya``` *al-Quran* ```kelak tinggal nama. Kita mungkin beragama Islam tapi masjid-masjid kosong.``` *Al-Quran* ```dibaca tapi tidak ada makna, tidak ada pengamalan. Semoga kita dihindarkan dari zaman yang demikian ini.```


*Dan mutiara yang terakhir* ``` yang akan diangkat oleh``` malaikat Jibril.

*Arfa’u al-iman,*

_*"aku akan mengangkat iman dari hati manusia."*_


```Inilah mutiara yang paling berharga dari sembilan mutiara yang lain. Ketika mutiara ini sudah diangkat oleh``` malaikat Jibril ```jadilah banyak orang yang akhir hidupnya dalam keadaan``` *kufur.* *Naudzubillah tsumma naudzubillah*


*Sepuluh mutiara* ```ini sangatlah berharga. Hendaklah kita menjaganya dengan baik. Semoga kita tidak mengalami hal yang demikian.  Bagaimanapun yang didawuhkan, itu pasti benar. Apakah kita sudah merasakan zaman yang demikian ini?``` *Maka semuanya kembali kepada kita. Kitalah yang menentukan kehidupan kita.*



*Wallahu a‘lam.*

 ═════•❁๐Ÿ“š๐ŸŒน๐Ÿ“š❁•═════


*❥●•••❀°•┈❀๐ŸŒน๐ŸŒน❀┈•°❀•••●❥*

*Semoga ุงَู„ู„ّู‡ُ senantiasa melimpahkan Rahmat Taufik serta hidayah-Nya kepada kita semua ,  tetap istiqamah  dalam kebaikan & meningkatkan amal ibadah*


             *ุขู…ِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠْู†َ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠْู†َ*

                      ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

Sholat Tahajud

 *Bismillah*

*Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh*

๐Ÿ›‘ *TAHAJJUD MEMANG HARUS DIPAKSA. KALAU TIDAK DIPAKSA, GAKAN TERBIASA*


_Tuhan kita yang Maha Agung dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika telah tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berfirman: Siapakah yang berdoa kepadaku, maka aku akan mengabulkannya, Siapa yang meminta kepadaku, maka aku akan memberikannya. Siapa yang memohon ampun kepadaku maka akan Aku ampuni._

( *HR. Bukhari-Muslim*)⁣

*Keutamaan Sholat Tahajud*


*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:⁣*

_“Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan shalatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”_ 

( *HR. Tirmidzi*)⁣


⁣ _“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya”_

 ( *HR. Hakim; hasan*)⁣

*Di kutip dari Ustadz Adi Hidayat, tafsir QS Al-Isra 79-81⁣*

-. Sholat Tahajud Mengangkat Derajat bagi yang melakukannya⁣

-. Memudahkan Setiap Aktifitas yang dilakukan⁣

Membebaskan setiap kesulitan/Masalah.⁣

-. Allah akan langsung menolongnya jika ada yang mengganggunya.⁣

Waktu terbaik untuk sholat tahajud⁣

‘Aisyah pernah ditanya mengenai shalat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah menjawab:⁣

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan shalat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar (ke masjid).” (HR. Bukhari)⁣

Sepertiga malam terakhir adalah jam 1.30 pagi - masuknya waktu subuh.⁣

Cara paling mudah mengamalkan Tahajud dengan contoh sebagai berikut :⁣

Misal Subuh Jam 4.30, bangun lah jam 3.30. Ada waktu 1 jam untuk Tahajud + di tutup dengan witir, jika masih ada waktu tersisa dan menunggu waktu subuh tiba, ber-istighfar lah.

Sholat Tahajud bisa di lakukan :⁣

1, 2 Rakaat 1 salam ⁣

2. 4 rakaat 1 salam 1 tahiyat akhir⁣

3. 4 rakaat  1 salam 1 tahiyat awal dan 1 tahiyat akhir⁣

4. Di tutup 1 Rakaat witir 1 salam⁣

3. Di tutup 3 Rakaat witir 1 salam⁣

 witir dilakukan jika kita belum melakukannya selepas Isya. Jika sudah, tidak ada 2 witir dalam 1 malam.⁣


Wallahu 'alam bish-shawab


Jumat, 01 Januari 2021

Kisah penuh hikmah

 Kisah Tiga Ekor Banteng


Untuk jadi bahan perenungan bersama tentang makna persatuan dalam berjuang.....


AKU SEBENARNYA TELAH DIMAKAN, KETIKA BANTENG PUTIH ITU DIMAKAN


Oleh : KH Hafidz Abdurrahman, MA


Ini adalah tamsil yang menarik. 

Tamsil ini dalam bahasa Arab, berbunyi:


ุฃูƒู„ุช ูŠูˆู… ุฃูƒู„ ุงู„ุซูˆุฑ ุง๏ปทุจูŠุถ


"Aku sebenarnya telah dimakan [singa itu], ketika banteng putih itu dimakan." 


Alkisah, ada tiga banteng; putih, merah dan hitam. Ketiga banteng ini berhadapan dengan seekor singa yang hendak memangsanya. Namun, karena ketiganya bersatu padu, singa itu pun tak bisa memangsa mereka, baik yang putih, merah maupun hitam. 


Singa pun tak kehilangan cara. Untuk memangsa ketiganya tidak bisa sekaligus, harus satu-satu. Caranya, dia harus pisahkan ketiganya, dengan bujuk rayu dan muslihat. Singa mulai menjadikan banteng putih sebagai target mangsa. Maka, ia datang kepada kedua banteng yang lain, merah dan hitam. Dia katakan kepada mereka, "Saya akan makan banteng putih, jadi kalau kalian tidak ingin aku mangsa, lebih baik kalian diam saja, tidak perlu membantunya. Kalian akan aku biarkan, dan aman." Kata singa. Kedua banteng itu pun setuju. Mereka diam saja, saat banteng putih dimangsa singa, tak ada kepedulian sedikit pun, karena yang dimangsa bukan mereka. 


Singa itu memangsa banteng putih dengan lahap, tanpa kesulitan berarti, sementara kedua banteng yang lainnya menyaksikan temannya dimangsa, tanpa sedikit pun empati. Mereka salah, dianggap singa itu tak akan memangsa mereka. Maka, setelah hari berganti, giliran mereka yang dimangsa. Tetapi, jika sekaligus, maka singa itu pun tak akan bisa menundukkan mereka. Caranya, sebagaimana cara yang dilakukan singa itu memangsa banteng putih. 


Singa datang kepada banteng hitam, "Saya akan mangsa benteng merah, kamu diam saja, tidak perlu membantunya. Kamu tidak akan aku mangsa, tenang saja, dan diam. Kamu aman." Singa itu pun memangsa banteng merah itu dengan lahapnya, tanpa perlawanan berarti, di depan mata banteng hitam. Banteng hitam itu pun hanya melihat dan menyaksikan temannya, banteng merah dimangsa singa, tanpa empati. Seolah itu tidak akan menimpa dirinya. Tapi, dia salah. 


Setelah hari berganti, banteng hitam itu tinggal sendiri. Saat tinggal sendiri, singa itu pun memangsanya dengan mudah, sebagaimana kedua temannya yang telah dimangsa singa itu terlebih dahulu. Saat banteng hitam itu menjelang ajalnya, dia mengatakan, "Aku sesungguhnya telah dimakan [singa itu], ketika banteng putih itu dimakan." Artinya, ketika mereka membiarkan seekor banteng putih dimangsa singa, dan tidak dilawan, akhirnya kekuatan banteng-banteng tadi berkurang, karena tinggal dua ekor, hingga seekor, saat itulah singa dengan mudah melakukan aksinya. 


Begitulah, tamsil yang indah, menggambarkan betapa persatuan umat Islam itu penting. Tak hanya penting, tetapi juga wajib. 

Cara kaum Kafir untuk menghancurkan kekuatan Islam adalah dengan mengadudomba kaum Muslim. Diciptakanlah, "Islam Radikal" vs "Islam Moderat", "Islam Arab" vs "Islam Nusantara". Semuanya ini tujuannya satu, menghancurkan kekuatan umat Islam, dan memangsa kaum Muslim. 


Sadarkah kita?, 

ada orang Islam, organisasi Islam, bangga karena tidak dicap kaum Kafir sebagai "Islam Radikal", dan senang dengan cap, "Islam Moderat", padahal mereka akan dimakan juga, kelak setelah "Islam Radikal" dijadikan mangsa. 

Sebab, musuh kaum Kafir, seperti kata Samuel Huntington, bukanlah "Islam Radikal," atau "Islam Fundamentalis", tetapi Islam itu sendiri. Dikotomi itu hanya cara yang dilakukan "singa" Kafir untuk memangsa kaum Muslim, dan menghancurkan Islam. 


Maka, ketika musuh Islam melakukan permusuhan bahkan pembubaran terhadap kelompok atau ormas Islam, sekarang diikuti dengan perang terhadap Perda Syariah, targetnya bukan hanya kelompok atau organisasi itu, tetapi menghancurkan Islam dan umatnya. 


Waspadalah!


#copas #hikmah

#kisahhikmah

DHUHA REMINDER

 DHUHA REMINDER


‼️⏰ *DHUHA REMINDER* ⏰‼️

*๐Ÿ”˜ Klik untuk bergabung:* https://bit.ly/3cmAkrs


⚖️ *HUKUM MENGERJAKAN SHOLAT DHUHA* ⚖️


Hukum sholat dhuha adalah sunnah muakkad. Artinya hukum sunnah yang sangat dianjurkan, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri melakukannya dan menjadikannya sebagai suatu wasiat.



*๐Ÿ“DALIL SHALAT DHUHA๐Ÿ“*


*1.* _"Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum"_. *(Imam Thabari)*.


*2.* Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, _"Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir"_. *(Muttafaqun ‘Alaih. Al-Bukhari no. 1981. Muslim no. 721)*



๐Ÿ† *KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA*๐Ÿ†


*1.* _"Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan"_. *(HR. Tirmidzi)*.


*2.* _"Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat"_. *(HR. Hakim)*.


*3.* _"Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya"_. *(HR. At-Thabrani)*.



๐Ÿ•ฐ *WAKTU SHOLAT DHUHA* ๐Ÿ•ฐ


Waktu sholat dhuha berlangsung beberapa jam, dimulai sejak Matahari terbit (naik) hingga condong ke barat. Waktu sholat dhuha sendiri terbagi menjadi dua bagian:


*1. Awal Waktu Sholat Dhuha*


Untuk awal waktu sholat dhuha ini dimulai 20 menit setelah Matahari terbit. Ini sesuai dengan keterangan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin ‘Abasah.


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: _"Kerjakanlah shalat subuh kemudian tinggalkanlah shalat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari)"_. *(HR. Muslim)*.


*2. Akhir Waktu Sholat Dhuha*


Akhir waktu sholat dhuha ini adalah 15 menit sebelum masuk waktu sholat zhuhur.


Namun waktu terbaik atau utama mengerjakan sholat dhuha adalah di waktu yang akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang semakin panas. Itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.


Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (di awal pagi). Dia berkata : _"Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan"_. *(HR. Muslim)*.


Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib: _"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam"_. *(HR. Abu Dawud; shahih)*.


*๐ŸŒนSemoga Bermanfaat*

*┈┉┅━•❖๐Ÿ“—๐Ÿ”ฐ๐Ÿ“˜❖•━┅┉┈*

*๐Ÿ“ฎCatatan Dakwah Islam*

*๐Ÿ“ค Silahkan Share*

*๐ŸŒTelegram:* http://t.me/CatatanDakwahIslamAMR

Bahaya Ghibah

 

Bahaya Ghibah

๐Ÿšง *Bahaya Ghibah*



*Telegram:* http://t.me/Manhaj_salaf1

*Grup WA:* https://kontakk.com/wa/Admin_MS2



✍๐Ÿป Oleh Ustadz Berik Said Hafizhahullah


Al-Imam Al-Auza'i rahimahullah berkata:  


ุจู„ุบู†ูŠ ุฃู†ู‡ ูŠู‚ุงู„ ู„ู„ุนุจุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ: ู‚ู… ูุฎุฐ ุญู‚ูƒ ู…ู† ูู„ุงู†


Telah sampai kepadaku kabar, bahwasanya akan dikatakan kepada seorang hamba pada hari kiamat: *"Bangkitlah kamu, ambillah hakmu dari si fulan".*


Orang ini berkata:  


ู…ุง ู„ูŠ ู‚ุจู„ู‡ ุญู‚


*"Saya tidak memiliki hak dari sisinya".*


Maka, dikatakan: 


ุจู„ู‰؛ ุฐูƒุฑูƒ ูŠูˆู… ูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง ุจูƒุฐุง ูˆูƒุฐุง.


*"Bahkan kamu punya hak darinya. Dia menyebut-nyebut (kejelekanmu) pada hari ini dan ini dengan (ghibah) ini dan ini".* (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Syu'abul Iman 6313)


Ibnul Jauzy rahimahullah juga berkata:


ููƒู… ุฃูุณุฏุชِ ุงู„ุบูŠุจุฉُ ู…ู† ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู†!  ูˆูƒู… ุฃุญุจุทุช ู…ู† ุฃุฌูˆุฑ ุงู„ุนุงู…ู„ูŠู†! ูˆูƒู… ุฌู„ุจุช ู…ู† ุณุฎุท ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†!


"Maka, *betapa banyak ghibah telah merusak amalannya orang-orang shalih !* Dan betapa banyak telah *menggugurkan pahala orang-orang yang beramal !* Dan betapa banyak orang yang *mendapatkan kemurkaan* dari Rabb alam semesta !!". (At Tadzkiroh Fil Wa'dz 124)


Ya Allah, mungkin tidak terhitung lisan kami mengghibah saudara-saudara kami yang bersumber karena kedengkian, iri, kesombongan, dan jeleknya jiwa kami. Ampunkan kami Ya Allah.


Janganlah kami termasuk orang yang kelak akan dituntut dengan tuntutan yang amat berat ini, maafkan kami.


Kepada seluruh saudaraku yang barangkali merasa telah terghibahi oleh lisanku akibat buruknya jiwa ini, mohon sudilah mema’afkan dan kelak tidak menuntutku di Hari Pengadilan, mohon maafkan segala kehilafanku.


ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ ุณُุจْุญَุงู†َูƒَ ุฅِู†ِّู‰ ูƒُู†ْุชُ ู…ِู†َ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ


_“Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya“._


ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…


https://dakwahmanhajsalaf.com/2020/04/bahaya-ghibah.html


•┈┈•••○○❁๐ŸŒป๐Ÿ’ ๐ŸŒป❁○○•••┈┈•


Mau dapat Ilmu ?

Mari bergabung bersama *GROUP MANHAJ SALAF*


๐Ÿ“ฎ *Telegram:* http://t.me/Manhaj_salaf1

๐ŸŽฅ *Youtube:* http://youtube.com/ManhajSalafTV

๐Ÿ“ฑ *Group WhatsApp:* wa.me/6289665842579

๐Ÿ“ง *Twitter:* http://twitter.com/ittibarasul1

๐ŸŒ *Web:* dakwahmanhajsalaf.com

๐Ÿ“ท *Instagram:* http://Instagram.com/ittibarasul1

๐Ÿ‡ซ *Facebook:* http://fb.me/ittibarasul1


Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. ุขู…ِูŠู†َ.


๐Ÿ’ฐ *Donasi Dakwah Manhaj Salaf*

๐Ÿง *BRI* 606001022137538 (Kode Bank *002*)

๐Ÿ’ณ *BSM* 7146027592 (Kode Bank *451*)

Semua a/n Crismey Sugiarti

๐Ÿ“ฑ Konfirmasi WA 085712246639

DZIKIR PAGI

 ๐Ÿงญ *REMINDER*


DZIKIR PAGI

      ┏━━๐ŸŒฟ๐ŸŒน๐ŸŒฟ━━┓

              *DZIKIR PAGI*

      ┗━━๐ŸŒฟ๐ŸŒน๐ŸŒฟ━━┛


๐ŸŒธ *BACAAN DZIKIR PAGI*


*ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠْู…ِ*


Artinya, “Aku berlindung kepada Alloh dari godaan setan yang terkutuk.”


*: ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ*



➡ *1.MEMBACA AYAT KURSI 1X*


ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَูŠُّ ุงู„ْู‚َูŠُّูˆู…ُ، ู„ุงَ ุชَุฃْุฎُุฐُู‡ُ ุณِู†َุฉٌ ูˆَู„ุงَ ู†َูˆْู…ٌ، ู„َู‡ُ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ، ู…َู†ْ ุฐَุง ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุดْูَุนُ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุฅِู„ุงَّ ุจِุฅِุฐْู†ِู‡ِ، ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ูˆَู…َุง ุฎَู„ْูَู‡ُู…ْ، ูˆَู„َุง ูŠُุญِูŠุทُูˆู†َ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِู†ْ ุนِู„ْู…ِู‡ِ ุฅِู„ุงَّ ุจِู…َุง ุดَุงุกَ، ูˆَุณِุนَ ูƒُุฑْุณِูŠُّู‡ُ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ، ูˆَู„َุง ูŠَุฆُูˆุฏُู‡ُ ุญِูْุธُู‡ُู…َุง، ูˆَู‡ُูˆَ


ุงู„ْุนَู„ِูŠُّ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ُ


“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” Al-Baqarah: 255) (Dibaca pagi 1x) [1]


➡ *2. Membaca Surat Al-Ikhlas (Dibaca Pagi  3x)*


ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ


ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุตَّู…َุฏُ ู„َู…ْ ูŠَู„ِุฏْ ูˆَู„َู…ْ ูŠُูˆู„َุฏْ ูˆَู„َู…ْ ูŠَูƒُู† ู„َّู‡ُ ูƒُูُูˆًุง ุฃَุญَุฏٌ


“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.’” (QS. Al-Ikhlash: 1-4). (Dibaca pagi 3x). [2]


➡ *3.Membaca Surat Al-Falaq (Dibaca Pagi  3x)*


ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…ٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ


ู‚ُู„ْ ุงَุนُูˆْุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงู„ْูَู„َู‚ِۙ


qul a'แปฅลผdu birabbil-falaqKatakanlah, 

“Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)

,ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุฎَู„َู‚َۙ

min syarri mฤ khalaq

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุบَุงุณِู‚ٍ ุงِุฐَุง ูˆَู‚َุจَۙ

wa min syarri gฤsiqin iลผฤ waqab

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุงู„ู†َّูّٰุซٰุชِ ูِู‰ ุงู„ْุนُู‚َุฏِۙ

wa min syarrin-naffฤแนกฤti fil-'uqaddan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุญَุงุณِุฏٍ ุงِุฐَุง ุญَุณَุฏَ

wa min syarri แธฅฤsidin iลผฤ แธฅasaddan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

(QS. Al-Falaq: 1-5). (Dibaca pagi 3x). [3]


➡ *4.Membaca Surat An-Naas (Dibaca Pagi 3x)*


ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ


ู‚ُู„ْ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…َู„ِูƒِ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฅِู„َู‡ِ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…ِู† ุดَุฑِّ ุงู„ْูˆَุณْูˆَุงุณِ ุงู„ْุฎَู†َّุงุณِ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُูˆَุณْูˆِุณُ ูِูŠ ุตُุฏُูˆุฑِ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌِู†َّุฉِ ูˆَ ุงู„ู†َّุงุณِ


”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca pagi 3x) [4]


➡ *5.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*


Ketika pagi, Rasulullah ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… membaca:


ุฃَุตْุจَุญْู†َุง ูˆَุฃَุตْุจَุญَ ุงู„ْู…ُู„ْูƒُ ู„ِู„َّู‡ِ، ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ، ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ู„َู‡ُ ุงู„ْู…ُู„ْูƒُ ูˆَู„َู‡ُ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ูˆَู‡ُูˆَ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑُ. ุฑَุจِّ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุฎَูŠْุฑَ ู…َุง ูِูŠْ ู‡َุฐَุง ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ูˆَุฎَูŠْุฑَ ู…َุง ุจَุนْุฏَู‡ُ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ูِูŠْ ู‡َุฐَุง ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ูˆَุดَุฑِّ ู…َุง ุจَุนْุฏَู‡ُ، ุฑَุจِّ ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒَุณَู„ِ ูˆَุณُูˆْุกِ ุงู„ْูƒِุจَุฑِ، ุฑَุจِّ ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจٍ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุนَุฐَุงุจٍ ูِูŠ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ.


*Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.*


”Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca pagi 1x) [5]


➡ *6.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*


Ketika pagi, Rasulullah ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… membaca:


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจِูƒَ ุฃَุตْุจَุญْู†َุง، ูˆَุจِูƒَ ุฃَู…ْุณَูŠْู†َุง، ูˆَุจِูƒَ ู†َุญْูŠَุง، ูˆَุจِูƒَ ู†َู…ُูˆْุชُ ูˆَุฅِู„َูŠْูƒَ ุงู„ู†ُّุดُูˆْุฑُ


*Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.*


“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca pagi 1x) [6]


➡ *7.Membaca Sayyidul Istighfar (Dibaca Pagi 1x)*


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَู†ْุชَ ุฑَุจِّูŠْ ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ، ุฎَู„َู‚ْุชَู†ِูŠْ ูˆَุฃَู†َุง ุนَุจْุฏُูƒَ، ูˆَุฃَู†َุง ุนَู„َู‰ ุนَู‡ْุฏِูƒَ ูˆَูˆَุนْุฏِูƒَ ู…َุง ุงุณْุชَุทَุนْุชُ، ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู…َุง ุตَู†َุนْุชُ، ุฃَุจُูˆْุกُ ู„َูƒَ ุจِู†ِุนْู…َุชِูƒَ ุนَู„َูŠَّ، ูˆَุฃَุจُูˆْุกُ ุจِุฐَู†ْุจِูŠْ ูَุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠْ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู„ุงَ ูŠَุบْูِุฑُ ุงู„ุฐُّู†ُูˆْุจَ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ


*Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.*


“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali E


ngkau.” (Dibaca pagi 1x) [7]


➡ *8.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَุงูِู†ِูŠْ ูِูŠْ ุจَุฏَู†ِูŠْ، ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَุงูِู†ِูŠْ ูِูŠْ ุณَู…ْุนِูŠْ، ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَุงูِู†ِูŠْ ูِูŠْ ุจَุตَุฑِูŠْ، ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒُูْุฑِ ูˆَุงู„ْูَู‚ْุฑِ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ، ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ


“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” (Dibaca pagi 3x) [8]


➡ *9.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْุนَูْูˆَ ูˆَุงู„ْุนَุงูِูŠَุฉَ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงْู„ุขุฎِุฑَุฉِ، ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْุนَูْูˆَ ูˆَุงู„ْุนَุงูِูŠَุฉَ ูِูŠ ุฏِูŠْู†ِูŠْ ูˆَุฏُู†ْูŠَุงูŠَ ูˆَุฃَู‡ْู„ِูŠْ ูˆَู…َุงู„ِูŠْ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْุชُุฑْ ุนَูˆْุฑَุงุชِู‰ ูˆَุขู…ِู†ْ ุฑَูˆْุนَุงุชِู‰. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุญْูَุธْู†ِูŠْ ู…ِู†ْ ุจَูŠْู†ِ ูŠَุฏَูŠَّ، ูˆَู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِูŠْ، ูˆَุนَู†ْ ูŠَู…ِูŠْู†ِูŠْ ูˆَุนَู†ْ ุดِู…َุงู„ِูŠْ، ูˆَู…ِู†ْ ูَูˆْู‚ِูŠْ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุนَุธَู…َุชِูƒَ ุฃَู†ْ ุฃُุบْุชَุงู„َ ู…ِู†ْ ุชَุญْุชِูŠْ


*Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.*


“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”(Dibaca pagi 1x) [9]


➡ *10.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุนَุงู„ِู…َ ุงู„ْุบَูŠْุจِ ูˆَุงู„ุดَّู‡َุงุฏَุฉِ ูَุงุทِุฑَ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงْู„ุฃَุฑْุถِ، ุฑَุจَّ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ูˆَู…َู„ِูŠْูƒَู‡ُ، ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ، ุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ู†َูْุณِูŠْ، ูˆَู…ِู†ْ ุดَุฑِّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ูˆَุดِุฑْูƒِู‡ِ، ูˆَุฃَู†ْ ุฃَู‚ْุชَุฑِูَ ุนَู„َู‰ ู†َูْุณِูŠْ ุณُูˆْุกًุง ุฃَูˆْ ุฃَุฌُุฑُّู‡ُ ุฅِู„َู‰ ู…ُุณْู„ِู…ٍ


*Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.*


“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” (Dibaca pagi 1x) [10]


➡ *11.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*


ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ู„ุงَ ูŠَุถُุฑُّ ู…َุนَ ุงุณْู…ِู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ูِูŠ ุงْู„ุฃَุฑْุถِ ูˆَู„ุงَ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠْุนُ ุงู„ْุนَู„ِูŠْู…ُ


*Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.*


“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.” (Dibaca pagi3x) [11]


➡ *12.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*


ุฑَุถِูŠْุชُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุฑَุจًّุง، ูˆَุจِุงْู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ ุฏِูŠْู†ًุง، ูˆَุจِู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู†َุจِูŠًّุง


*Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.*


“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca 3x)[12]


➡ *13.Membaca (Dibaca Pagi 1x)



ูŠَุง ุญَูŠُّ ูŠَุง ู‚َูŠُّูˆْู…ُ ุจِุฑَุญْู…َุชِูƒَ ุฃَุณْุชَุบِูŠْุซُ، ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠْ ุดَุฃْู†ِูŠْ ูƒُู„َّู‡ُ ูˆَู„ุงَ ุชَูƒِู„ْู†ِูŠْ ุฅِู„َู‰ ู†َูْุณِูŠْ ุทَุฑْูَุฉَ ุนَูŠْู†ٍ ุฃَุจَุฏً



*Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.*


“Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya).” (Dibaca pagi 1x) [13]


➡ *14.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*


ุฃَุตْุจَุญْู†َุง ุนَู„َู‰ ูِุทْุฑَุฉِ ุงْู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ ูˆَุนَู„َู‰ ูƒَู„ِู…َุฉِ ุงْู„ุฅِุฎْู„ุงَุตِ، ูˆَุนَู„َู‰ ุฏِูŠْู†ِ ู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ، ูˆَุนَู„َู‰ ู…ِู„َّุฉِ ุฃَุจِูŠْู†َุง ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ، ุญَู†ِูŠْูًุง ู…ُุณْู„ِู…ًุง ูˆَู…َุง ูƒَุงู†َ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒِูŠْู†َ


*Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin*


“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca pagi 1x) [14]


➡ *15.Membaca (Dibaca 10x atau 1x)*


ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ู„َู‡ُ ุงู„ْู…ُู„ْูƒُ ูˆَู„َู‡ُ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ูˆَู‡ُูˆَ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑُ.


*Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.*


“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x [15] atau dibaca 1x pada pagi) [16]


➡ *16.Membaca (Dibaca setiap hari 100x)*


ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ู„َู‡ُ ุงู„ْู…ُู„ْูƒُ ูˆَู„َู‡ُ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ูˆَู‡ُูˆَ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑُ.


*Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.*


“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca setiap hari 100x) [17]


➡ *17.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*


ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจِุญَู…ْุฏِู‡ِ: ุนَุฏَุฏَ ุฎَู„ْู‚ِู‡ِ، ูˆَุฑِุถَุง ู†َูْุณِู‡ِ، ูˆَุฒِู†َุฉَ ุนَุฑْุดِู‡ِ ูˆَู…ِุฏَุงุฏَ ูƒَู„ِู…َุงุชِู‡ِ


*Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.*


“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.”(Dibaca pagi 3x) [18]


➡ *18.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุนِู„ْู…ًุง ู†َุงูِุนًุง، ูˆَุฑِุฒْู‚ًุง ุทَูŠِّุจًุง، ูˆَุนَู…َู„ุงً ู…ُุชَู‚َุจَّู„ุงً


*Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.*


“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” (Dibaca pagi 1x) [19]


➡ *19.Membaca (Dibaca Pagi 100x)*


ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจِุญَู…ْุฏِู‡ِ


*Subhanallah wa bi-hamdih.*


“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca pagi100x) [20]


➡ *20.Membaca (Dibaca setiap hari 100x)*


ุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„ู‡َ ูˆَุฃَุชُูˆْุจُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ


*Astagh-firullah wa atuubu ilaih.*


“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Dibaca setiap hari 100x) [21]


_____


Fote Noote:


[1] Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” (Lihat Mustadrak Al-Hakim 1/562, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/418 no. 662, shahih).


[2] HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih


[3] Ibid.


[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi


dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan. ( HR. Abu Dawud no. 5082, Shahiih Abu Dawud no. 4241, Annasa-i VIII 250 dan At-Tirmizi no. 3575 , At-Tarmidzi berkata “Hadits ini hasan shahih” Ahmad V/312, dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih).


[5] HR. Muslim no. 2723 (75), Abu Dawud no. 5071, dan at-Tirmidzi 3390, shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud.


[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, shahih. Lihat pula Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.


[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu.


[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad no.539


[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1200, Abu Dawud no. 5074, An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih


[10] Nabi ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.” HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067,Lihat Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753


[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869, al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.


[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657, Shahiih At Targhiib wat Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.


[13] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro 381: 570, Al Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227



[14] HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum wol Lailah no. 34, Misykaatul Mashaabiih no. 2415, Shahiihal-Jaami’ish Shaghiir no. 4674, shahih


[15] HR. Muslim no. 2693, Ahmad V/420, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 113 dan 114, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/416 no. 660, shaahih.


[16] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no. 6418, Misykaatul Mashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, shahih.


[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhar


i no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762


[18] HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII/44. Dari Juwairiyah binti al- Harits radhiyallahu ‘anhuma


[19] HR. Ibnu Majah no. 925, Shahiih Ibni Majah 1/152 no. 753 Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54,110, dan Ahmad VI / 294, 305, 318, 322. Dari Ummu Salamah, shahih.


[20] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-’iifah no. 5296).


[21] HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim no.2702


ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนُู…َุฑَ ู‚َุงู„َ:ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆ ู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ูŠَุงุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุณُ، ุชُูˆุจُูˆุงุฅِู„َูŠْ ุงู„ู„ู‡ِ. ูَุฅِู†ِّูŠْ ุงَุชُูˆุจُ ูِูŠْ ุงู„ْูŠَูˆู…ِ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ู…ِุงู†َุฉً ู…َุฑَّุฉٍ


Dari Ibnu ‘Umar ia berkata: “Rasulullah ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda: ‘Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.’” HR. Muslim no. 2702 (42).


Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda:


[ุฅِู†َّู‡ُ ู„َูŠُุบَุงู†ُ ุนَู„َู‰ ู‚َู„ْุจِูŠْ ูˆَุฅِู†ِّูŠْ ู„ุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„ู‡َ ูِูŠ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ู…ِุงุฆَุฉَ ู…َุฑَّุฉٍ]


“Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan sesungguhnya aku istighfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702 (41)


Nabi ุตู„ูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan:


ุฃَุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„ู‡َ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…َ ุงู„َّุฐِูŠْ ู„ุงَ ุฅِู„َู€ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَูŠُّ ุงู„ْู‚َูŠُّูˆْู…ُ ูˆَุฃَุชُูˆْุจُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ


‘Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Maha berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.’


Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang.” HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III/282 no. 2381.


Ayat yang menganjurkan istighfar dan taubat di antaranya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.


[22] HR. Ahmad 11/290, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 596, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/412 no. 652, Shahiih al-Jaami ‘ish Shaghiir no. 6427


Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii


•••●✿❁✿●•••